Senin, 24 November 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,


Awal Perjalanan


                Pernah dulu saya membaca Tetralogi Novel “Laskar Pelangi”, dan membayangkan bagaimana rasanya hidup di suatu tempat yang tanahnya menyimpan kekayaan alam berupa logam strategis timah. Tempat di mana budayanya sangat unik, apalagi jika membaca bahwa warga Melayu adalah orang-orang ramah nan paling pandai men-syukuri hidup. Perbauran antara Suku Melayu dan orang Keturunan Tionghoa diceritakan begitu unik dan cair. Dan akhirnya, mimpi tersebut terwujud sudah minggu kemarin.

                Saat itu, saat bimbingan.

D: Dosen

Sabtu, 15 November 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,
Sebelumnya, baca Part 1 dulu biar nyambung cuy hehehe...




1.       Konsumsi dan Produksi Minyak Nasional
Baik, berikut adalah data konsumsi minyak nasional:


Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,


                Hari ini saya ingin berceloteh tentang hal yang sangat sensitive hari-hari ini: Harga minyak atau masalah pemotongan subsidi. Dan sebelum Anda saya ajak menyelami alam pikiran saya yang (kata orang-orang) heartless—maksudnya suka kelihatan tidak pakai perasaan, hanya sekedar benar salah—mari kita lihat sharing seorang pendukung/kader PKS di media social berikut:



Senin, 10 November 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under :

 

 

 

Ayo! Siapa berani coba?!
Pernah ditodong pisau/senjata lainnya?
Mau tahu cara lepas dari todongan pisau?
Mau punya pisau dummy alumunium/kayu sendiri?
Minggu, 30 Nopember 2014 @Kampus ITB!
PERISAI DIRI ITB mempersembahkan..
"Coaching Clinic: Beladiri Pisau" oleh Kang Salmin Hermawan
Teaser? Langsung klik http://youtu.be/WgL35g1fPkg?list=UUvDMmonlvyKt-TU6WqPLRsw

Minggu, 02 November 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,
Mengapa umat Islam tidak bisa hidup di bawah Hukum Syariah di negeri kita sendiri?

Selalu, kita lelah mendengar argumen yang sama mengenai "umat Islam memiliki hak untuk hidup menurut Islam". Di negara-negara Muslim (bukan Islam), Muslim diberitahu bahwa kita tidak bisa menerapkan dan hidup dengan hukum Syariah, karena di sana ada (minoritas non-Muslim) dan kalangan Sekuler yang tidak ingin hidup di bawah hukum Syariah. Ketika dikatakan kepada mereka bahwa Syariah hanya untuk umat Islam, mereka akan menjawab "adalah tidak adil jika memiliki hukum yang berbeda dengan orang-orang, dan tidak setiap 'Muslim' inginkan Syariah."
 
Jika kalangan Sekuler ini hidup di abad ke-7 di Madinah, maka mereka mengatakan pada Nabi Muhammad (SAW​​): "Anda harus menghapus ketentuan dalam Konstitusi (sahifa) Madinah yang berbunyi, 'jika ada yang bersengketa, (maka hendaklah) merujuk kepada Allah dan Rasul-Nya' karena di Madinah juga terdapat minoritas Yahudi yang tidak mengakui Anda sebagai Rasul Allah, dan tidak mengakui Anda telah menerima wahyu." Mereka mungkin akan mendirikan gerakan Pemberontakan dan mengundang Abdallah ibn Ubay untuk memimpinnya.

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,


                Nah, seperti saya singgung pada ceritanya sebelumnya, sekarang saya ingin bercerita tentang jalan-jalan pelatih dan (ehem) asisten pelatih ke Purwakarta.

Pada Hari Minggu 28-10-2014, dengan paha pegal dan tangan masih agak tremor habis dari menjenguk Puncak Cikuray, saya ikut rombongan PD ITB ke Purwakarta. Rencananya adalah latihan tentang disarm pisau dan aplikasi senjata pisau itu sendiri kepada Kang Salmin Hermawan, spesialis pisau PD Purwakarta dan bertingkatan Strip Merah. Selain itu, juga untuk membicarakan wacana mengadakan coaching clinic di ITB mengenai “cara menghadapi pisau”. Tunggu saja tanggal mainnya, akhir bulan ini kok. Insyaa Allah :)

Sabtu, 01 November 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,


Lauan Awan Dari Puncak Cikuray



               
Pada tanggal 24 Oktober 2014 kemarin, sekali lagi Geng Koplak PAW (Pasukan Anti-Wacana) menunjukkan taringnya—oh ya, nama geng ini sangat tidak resmi kok, ngasal hasil karangan saya pribadi saja. Dan entah kenapa, sudah dua kali berturut-turut ini kami justru melakukan kegiatan yang tidak umum pada waktu-waktu yang “tidak umum” pula. Jika saat ke Papandayan kemarin bertepatan dengan Ultah Kota Bandung—dan lebih pas untuk keluar bareng pacar atau gebetan, maka hari yang kemarin ini kebanyakan orang-orang menyambut datangnya Tahun Baru Hijriah. Padahal saya juga belum tahu dasarnya kenapa 1 Muharram atau 1 Sura ini banyak orang jalan-jalan pakai obor dan berpesta.

                Yah, itulah kami. Sering melakukan hal yang aneh-aneh di saat yang aneh pula. Dan sebagai informasi, ada 4 misi utama saya untuk pendakian kali ini:

1.       Mencoba merasakan puncak Cikuray. 

2.       Ingin muhasabah diri pada awal tahun di tempat yang tidak umum (jika ini bid’ah mohon dikoreksi).

3.       Menghilangkan stress pasca UTS. Yang ini gagal total, karena semua UTS yang sedianya dilakukan minggu itu malah diundur ke minggu berikutnya. Dan jadilah ini justru senang-senang pra-UTS -_-“

4.       Menguji coba—ciyeee—sepatu baru yang harganya setara 13 kali bayaran saya mendongeng fisika dan matematika, dan inilah misi utamanya.