Sabtu, 26 Desember 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , , ,


            Bismillah,
            Hari ini saya ingin berbagi mengenai khutbah jum’at kemarin. Temanya adalah “Pendidikan Anak Menurut Islam”. Namun dalam penceritaan ini, sebenarnya khutbah tersebut “hanya” menginspirasi saya, sedangkan pengembangannya tetap menurut sudut pandang saya. Jadi jika ada kebenaran maka pasti ada andil dari khutbah tersebut, sedangkan jika ada kesalahan dalam pengembangan itu murni kesalahan saya.
            Khatib memulai dengan bercerita bahwa anak merupakan cobaan, perhiasan dunia, penyejuk namun suatu saat dapat menjadi musuh (pembahasan mengenai ‘Kedudukan Anak Dalam Al Qur’an tidak saya bahas dulu). Lalu beliau mulai menceritakan betapa banyak orang yang salah kaprah dalam mendidik anak. Entah karena terlalu sayang atau terlalu keras.
            Sebagai contoh yang paling mudah (ini penulis alami sendiri), ketika pulang sekolah maka akan selalu ditanya
1. “Sudah makan belum?”
2. “Jajan apa aja tadi? Nggak jajan sembarangan kan?”
3. “Gimana ulangannya matematikanya? Bisa? Perlu les matematika tidak?”
4.  “Ada yang nakal tidak di sekolah?”

Sabtu, 17 Oktober 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,



 
Suatu pagi, Jeruk hendak berjalan-jalan. Namun dilihatnya cuaca muram dan terkesan agak mendung. Oleh karenanya Jeruk pun kembali masuk ke rumah dan meneruskan kegiatan kesukaannya: TIDUR.

Sekira jam sepuluh, Jeruk mulai lapar. Berjalanlah ia ke dapur dan bermaksud membuat sandwich telur (laper kakaaaaa!). Dia pun kembali uring-uringan, demi melihat roti yang belum dibakarnya telah menjadi gosong. Lalu dibukanya magic com, eh nasinya pun juga termasak menjadi gosong. Payah semuanya, payah! Maka jadilah hari tersebut ia sangat murung. Ia pun kembali ke kamarnya, untuk melakukan kegiatan yang menjadi hobinya: bersantai…

Senin, 05 Oktober 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,



            Beberapa waktu yang lalu saya pernah melakukan wawancara kerja dengan suatu lembaga bimbingan belajar. Yah, itung-itung buat mengisi waktu luang dan menyambung hidup dari hari ke hari. Pada wawancara tersebut, ada satu hal yang tiba-tiba tercetus. Karena suasananya santai, saya pun bisa seenaknya menjawab hehe.

Q         : Ceritakan secara singkat tentang diri Anda.

H         : Saya adalah orang yang pragmatis.

            Tentu Bapak tersebut sangat terkejut. Dalam pikiran beliau (saya tebak), orang yang pragmatis adalah orang yang culas. Orang yang hanya memikirkan untung rugi saja. Menilai segala hal hanya dengan ukuran apa untungnya bagi saya, apa ruginya bagi saya.

Jumat, 02 Oktober 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,


Pada saat HUT TNI ke-69, saya ‘menghujat’ anggota (hewan eh) dewan yang banyak cakap dengan berkata bahwa perhelatan pameran senjata di Markas Koarmatim sebagai pemborosan. Bahwa katanya tidak pas dengan momen bayangan harga BBM yang akan naik. Entahlah, apa yang sebenarnya ada di pikiran mereka. Kalau bagi saya, saat itu adalah waktu yang tepat untuk menggaungkan hal berikut; 

"Ini lho kekuatan militer kami. Terbesar semenjak tahun 60an. Setelah puasa akibat beli rongsokan dari Barat dan akhirnya kena embargo itu, akhirnya TNI kembali berotot. Negara-negara tetangga yangg usil macam “kanguru” atau “si upil” jangan ganggu kami, atau pulau kecil kami ratakan dengan R-Han dan D*rwin di serbu Marinir!"

Kamis, 20 Agustus 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,


            Hari ini saya akan bercerita mengenai apa yang saya dapat berdasarkan ingatan saya yang lemah dan catatan yang payah—semoga Allah Menambah kebaikan ingatan dan catatan saya. Yaitu mengenai hikmah Surah Asy-Syura ayat 13, terjemahannya kurang lebih begini:


“Dia (Allah) telah Mensyariatkan kepadamu agama yang telah Diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami Wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami Wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan ‘Isa, yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah Memilih orang yang Dia Kehendaki kepada agama tauhid dan Memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya).” (QS 42: 13).


Jumat, 17 Juli 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,


Tadinya saya ingin berbagi cerita tentang saya yang masih mengetik TA padahal malam takbiran dan kisah lebaran saya di tanah rantau. Bagaimana kadang keisengan itu harus dibayar dengan kesepian #ceileeeeh. Yah, sepertinya cerita tentang ini harus menunggu beberapa waktu lagi. Sekarang, saya akan bercerita tentang debat saya.

Ya, bukannya makan-makan sampai puas (tadi udah makan-makan sih, tapi belum puas haha), saya justru meladeni debat orang di line tentang Idul Fitri di Tolitoli. Debat pun melebar hingga ke urusan toleransi. Kasusnya diawali dengan saya yang membagikan maklumat ini:





Nah, ini awal komen lawan debat saya:



Dan ini seluruh transkrip debatnya:
H= Heri
A= dia

A    : Wkwkwkwkwkw yang kayak gini diumbar umbar. giliran agama situ yang bakar dan hancurin gereja gimana tuh? yang sampe bikin rusuh ke gereja. kalian bangun masjid dimana mana. berisik kalo adzan toa nya bareng bareng. Ini kita pun masih pemberitahuan doang. kalian tanpa pemberitahuan langsung asal hancurin aja. mikir please...

A    : mikir please siapa yang ga toleransi sekarang. Banyak gereja yang kasih spanduk kok kalo lagi lebaran, buat ngucapin selamat hari lebaran. kalian masjid masjid pernah ngga ngasih spanduk ucapan natal? hahh.. plis lah kita kurang toleransi apa. Padahal agama kalian ngajarin buat ngehormatin agama lain. Tapi kalian kayak gitu.

Rabu, 15 Juli 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under :

Hari ini hari yang sama, sayang
Debu, panas, dan beberapa suara yang familiar
Meski kau lihat wajah yang berbeda
Sejatinya cerita ini tetap sama


Hari ini masih sama, sayang
Ketika jalanan di sana tak lebih dari lorong kosong
Dan bangunan lebih mirip tempat petak umpet
Tanpa bekas meski sekedar kotoran unta

Sabtu, 11 Juli 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,


sumber: http://chuisme.blogspot.com/2012/04/tips-meminjam-barang.html

       Pinjam meminjam adalah hal yang wajar di dunia ini. Mulai dari pinjam alat tulis sampai “meminjamkan” rakyat. Yang pertama adalah khas anak sekolah, yang kedua adalah mengenai para ”penguasa dunia yang menguasai suplai uang” (siapa mereka? Bukan tempatnya di blog ini untuk membahas mereka). Pinjam meminjam telah sedemikian mengakar dalam kehidupan bermasyarakat, hingga dapat digunakan sebagai parameter hubungan di antara dua pihak. (Bahkan kata para Bankir, hutang adalah tanda kemajuan suatu bangsa—dan itu kata-kata yang pup banteng sekali)

Misalnya nih:

”Bro, bolpenmu lagi dipakai nggak?”
”Nggak, kenapa cuy?”
”Ehm, sori ya ngrepotin. Aku pinjem bentar boleh? Tiba-tiba bolpenku gak ada nih hehe.”
”Oh iya, santai aja kali. Nih, tapi 2 jam lagi aku kelas, udah bisa balik?”
”Oke, siap. Makasih yo!”

Nah, kalau diperhatikan mereka itu hanya sekedar teman :)

Minggu, 21 Juni 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,


                Saya bukanlah aktivis dakwah, setidaknya itu yang saya rasakan. Karena, kok sepertinya ada yang mendikotomikan antara seorang “aktivis” dan “pasivis” (atau pasiva? Seperti istilah dalam akuntansi?). Namun, meski begitu saya sering mendengar perkataan tentang dakwah ini, karena saya telah diberi nikmat untuk dapat bergaul dengan para aktivis dakwah. Dan hari ini saya akan membagikan beberapa ingatan saya mengenai dakwah itu sendiri.

Prolog
                Dakwah secara bahasa dapat diartikan sebagai seruan, ajakan, atau panggilan sebagaimana terdapat pada Surah Al-Fushilat (ayat 33-34). Sedangkan menurut para ahli, contohnya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (Mazhab Hanabilah);

Senin, 01 Juni 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,

Suasana pendaftaran ulang di Sasana Budaya Ganesha



                Setelah tulisan sebelumnya tentang “Jalan Saya Menuju Kampus Gajah Duduk”, maka inilah cerita saya tentang “Pengalaman Awal di Tanah Rantau Pertama” (Peringatan, cerita ini panjang sekali);

                Saat itu, akhirnya tiba di masa yang bernama daftar ulang. Sengaja waktunya disamakan dengan waktu SNMPTN Tulis. Tujuannya biar tidak ada orang yang iseng-iseng mencoba jatah kursi orang lain. Saya pikir, ini bijaksana. Dan saya pun tidak setolol itu untuk melepas jatah kursi saya di FTMD. Dan, masalah muncul karena saya tak punya satu pun saudara di Bandung. Sehingga, setelah bergerilya ke sana kemari, saya dapat tumpangan di rumah dinas bapaknya Faris—dia anak SBM. Kebaikan anak ini pada saya tidak akan sanggup saya balas sampai kapan pun, FYI.
Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,

FYI, jaman saya, kami boleh memilih
6 jurusan di 2 Universitas
(@3 jurusan)




                Tulisan ini saya dedikasikan untuk diri saya sendiri, kepada kawan-kawanku yang sebentar lagi akan menuju dunia real di luar kampus, juga pada adik-adikku yang baru akan kuliah maupun yang telah “terjebak” di kampus (Gajah) ini. Akan terdiri dari beberapa bahasan yang masing berjudul  “Jalan Saya Menuju Kampus Gajah Duduk”, “Pengalaman-Pengalaman Awal di Tanah Rantau Pertama”, “Kuliah, Steady”, dan “Renungan Sekarang”.

                Dan inilah cerita pertama saya;

                Waktu kecil, setiap dari kita tentu memiliki cita-cita, kan? Ada yang ingin jadi dokter, presiden, menteri (gak tahu menteri apa), bahkan sampai ingin jadi artis yang kerjaannya nyanyi sambil joget-joget tak jelas di TV. Nah, saya pun dulu memiliki cita-cita yang tak kalah absurdnya; Ultraman, Power Ranger, Pemilik Digimon, dan semakin besar mengerucut jadi lebih jelas: Tentara dan Insinyur. Entahlah, sepertinya semakin besar kita semakin sering membuat revisi dan kompromi ya :)

Kamis, 28 Mei 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,

Sebuah ucapan dari para orang-orang tak beradab :v




                Kemarin, kata Facebook saya ulang tahun. Sebenarnya saya sudah tahu sih bahwa dulu saya dilahirkan pada hari Kamis, 27 Mei 1993 silam. Weton saya (katanya) Kamis Legi—pantesan saya manis hehehe. Kenapa kata Facebook? Karena kebanyakan orang-orang tahu ultah orang lain itu dari facebook hehehe.

                Tapi mari kita menyimpang sedikit. Mari kita bahas tentang kata “Ulang Tahun” dulu. Apakah kawan-kawan melihat keanehan di sana? Tidak? Ya? Oke, yang bilang ‘ya’, saya tanya lagi,”Apa anehnya?” Yap, betul.

                Dari namanya saja Ulang Tahun, harusnya sampai nilai-Aspek-Lingkungan-saya-dari-C-jadi-A-tanpa-mengulang hal tersebut tak akan terjadi. Kecuali Anda adalah Gandalf yang mengalami 3 zaman di Bumi Tengah. Dari Zaman Pendaratan Isildur sampai Penobatan Aragorn.  Mana mungkin saya yang lahir pada Tahun 1993 akan mengalami tahun 1993 lagi? Aneh.

Jumat, 08 Mei 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,



            Aku melihat banyak benda itu, terserak di sepanjang perjalanan kita. Namun kau mengacuhkannya. Kau tak ambil sedikit pandang pun padanya. Lalu kuambil satu, dan kutunjukkan padamu. Entah kenapa, aku melihat binar di mata coklat beningmu yang aneh itu. Selaksa aku melihat pagi yang kurindukan setiap harinya, namun seringkali kandas karena kalah dengan godaan kasur setelah beribadah. Aku, selalu menemukan ganti pagi di matamu.

Senin, 04 Mei 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,


                Sudah sebulan lebih saya tidak menulis sesuatu selain sajak. Maaf, rasanya sedang mencapai titik jenuh untuk mengelola blog ini. ya, bahkan sudah ada pikiran untuk rehat setidaknya satu tahun. Namun, rencana ini beruntung ‘digagalkan’ oleh pengalaman kemarin: Tiktok Gunung Guntur. Here the story…

Pendakian ini, boleh dibilang adalah pendakian pertama saya dalam 4 bulan terakhir. Terhitung sejak perjumpaan saya dengan Matahari Pagi di Puncak Rinjani. Dan bahkan keputusan saya ikut adalah H-1, tanpa persiapan sebetulnya (jangan ditiru) serta sekedar pelarian dari TA (maaf ya Pak Dosbing hahaha). Dan Gunung Guntur ini memberikan saya pelajaran berharga.

                Cerita bermula dengan berkumpulnya 8 Swasta (Mahasiswa Tingkat Akhir) Teknik Mesin ITB berdasarkan janji yang dituliskan di Grup Line Laskar Pendaki HMM: Candra (Laptop), Tian, Nain, Madun, Ali, Jeki, dan Robi. Keren sekali, delapan lelaki yang bertekad untuk mendaki. Dan ada 2 orang (yang ngakunya) baru mendaki sekali ini: Tian dan Candra. Setelah saling tunggu dan ribet debat apakah pakai jeans atau training, maka berangkatlah kami. 8 orang pria di dalam satu mobil Honda CR-V milik Tian. Formasi 2-4-2, dan entah bagaimana safety factornya hahaha.

Senin, 27 April 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under :

Untukku:

 

Jumat, 10 April 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,


Mungkin aku tak semenawan Kamal
Yang kemarin menang kompetisi adu keren di foto jonas
Dengan gayanya yang selalu matching dan stylish
Dan akan mampu membuat setiap wanita meliriknya
Untuk bergumam,”Hmm, boleh juga ya…”

Mungkin pula aku tak seromantis Tobibi
Yang begitu lembut dan mengayomi
Hingga mampu membuat setiap wanita di dekatnya merasa nyaman
Tanpa harus ada gejolak yang tak mengenakkan

Minggu, 05 April 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under :


                Malam ini indah, Ibu. Ya, namun aku ingin bertanya,”Sudahkah Ibu makan malam ini?” Aku tahu Ibu, kita tidak pernah kekurangan makanan. Aku tahu Ibu, Bapak telah berusaha eras utuk mencukupi kebutuhan dasar kita. Hingga aku tak pernah kekurangan sejak kecil. Tetapi, aku tahu sejak dulu kau selalu saja bergelut dengan pekerjaan. Entah itu memasak, menyapu, melayani pembeli di warung kecil depan rumah kita, mendengarkan ceritaku, cerita Bapak, dan cerita si menyebalkan Finna. Kau tak pernah istirahat Ibu. Kecuali saat kami semua telah terlelap. Maka, seperti biasanya kau tanyakan setelah salam saat di telepon, aku hanya ingin berbasa-basi,”Sudahkah Ibu makan malam ini?”

Minggu, 22 Maret 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,





               
Hari-hari ini saya sedang menekuni buku Pidi Baiq yang berjudul “at-twitter”, kumpulan tweet-nya yang sarat pemikiran dan kritik sosial mendalam dengan tagline: Google menjawab semuanya, Pidi Baiq menjawab semaunya. Dan saya tertarik dengan kalimat pembuka di setiap babnya yang begini: “Bandung di rumahku terbuat dari Bob Dylan. Dari buku Television’s Culture of Stupidity. Dan dari monyet yang tadi kulihat di cermin. Hmm.”

                Maka dari itu saya pun ingin membuat yang versi saya:

“Bandungku hari ini dibuat dari pagi yang dingin dan sejuk, beserta ritual paginya. Beserta kepuasan yang tercipta bersamaan ritual pagi yang terlaksana: seratus kali push up dan kawan-kawannya. Juga sarapan yang damai sambil membaca koran yang berisi berita tentang depresiasi rupiah yang katanya justru menarik investor.”

Kamis, 19 Maret 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under :




            Banyak orang yang mempertanyakan tentang kematian. Mulai urusan remeh macam apakah Romeo dan Juliet akan menjadi sepasang kekasih setelah mati hingga yang berat seperti benarkah ada kehidupan setelah mati. Ada pula yang takut mati, atau bahkan yang ingin segera mati. Yang lebih mengenaskan, adalah mereka yang mati sebelum mati. Mereka, yang membunuh mimpi dan ambisinya.

            Aku pun sama dengan kalian. Sama bingungnya. Apakah mati itu menyeramkan, atau mati sekedar jalan menuju tempat yang lain? Persis seperti jika aku ingin bertemu dengan gadis pujaanku, aku harus melewati depan rumah gadis yang memujaku? Hahaha, lupakanlah urusan cinta segitiga ini.

Minggu, 15 Maret 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,
sumber: https://nafay.files.wordpress.com/2012/04/1306653387-jpg.png




                Dulu saya pernah mendengar cerita tentang telur, kopi, dan wortel. Tepatnya dari Bundel Soal Gamais (BSG), yang mana Anda sulit diakui sebagai anak ITB yang merasakan serunya TPB jika tidak mengetahui buku kumpulan soal tersebut. Setelah googling, saya pun mendapatkan kisahnya. Baik, ini saya salinkan:

“Seorang anak perempuan mengeluh pada sang ayah tentang kehidupannya yang sangat berat. Ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukan dan bermaksud untuk menyerah. Ia merasa capai untuk terus berjuang dan berjuang. Bila satu persoalan telah teratasi, maka persoalan yang lain muncul.

Lalu, ayahnya yang seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air kemudian menaruh ketiganya di atas api. Segera air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama dimasukkannya beberapa wortel Ke dalam panci kedua dimasukkannya beberapa butir telur. Dan, pada panci terakhir dimasukkannya biji- biji kopi. Lalu dibiarkannya ketiga panci itu beberapa saat tanpa berkata sepatah kata. Sang anak perempuan mengatupkan mulutnya dan menunggu dengan tidak sabar. Ia keheranan melihat apa yang dikerjakan ayahnya. Setelah sekitar dua puluh menit, ayahnya mematikan kompor. Diambilnya wortel-wortel dan diletakkannya dalam mangkok. Diambilnya pula telur-telur dan ditaruhnya di dalam mangkok. Kemudian dituangkannya juga kopi ke dalam cangkir. Segera sesudah itu ia berbalik kepada putrinya, dan bertanya:

Sabtu, 07 Maret 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,

             

                Tak terasa blog ini telah mencapai hampir 3 tahun dalam keberjalanannya. Tak terasa pula telah ada 25 follower, dengan 80an hits setiap hari. Lumayan, 975 follower lagi dan saya mulai bisa memasang iklan. Ya sudahlah, itu tujuan komersilnya.

                Nah, untuk sampai ke sana, hari ini saya membagikan sesuatu yang mungkin agak cukup berisi sedikit. Apa yang ingin saya bagi?

                Dalam hidup ini, masalah terbesar yang dialami manusia biasanya bermula dari komunikasi. Katanya sih begitu. Mulai urusan saling diam antara kawan hingga sebesar Perang Troya seringkali diawali oleh kesalahpahaman. Bahkan seringkali perang dalam Islam itu adanya kesalahpahaman. Para penyembah berhala salah paham tentang keinginan Tuhan Ingin disembah, Islam datang ingin memberikan informasi bagaimana Tuhan Ingin disembah. Tapi sebelum para da’i itu memperoleh kesempatan, mereka berpikir pasukan Islam hanya ingin merebut harta benda saja. Mereka mengira sedang berbuat kebaikan dengan memerangi Islam, padahal mereka sedang melakukan kesesatan yang nyata.

Rabu, 04 Maret 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,


Hahaha, jangan ditiru! :v



Hari ini saya ingin berbagi suatu pesan yang menohok hati dari Kaprodi saya yang keren. Beliau mengomentari para mahasiswa yang TA tapi nggak berasa TA-nya. So, check it out!

Selasa, 03 Maret 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,
Bukan lagi liatin orang pacaran kok,tapi seorang bapak dengan anak perempuannya :)


                Kisah pun berlanjut, yaitu ke JOGJAAAAAAA hahahaha….

                Kali ini personil bertambah dengan si Rohman, anak ke-6 Bapak dan Ibu Si Madun, yang gemar sekali bilang “Ora patut!”, masih kelas 3 SMA, paling berpigmen (sorry, guyon hahaha), paling besar badannya, sedang pusing fisika buat UN, dan bercita-cita masuk Fakultas Kedokteran. Ya, inilah penampakan beliau.


Bahkan buat ikut kami ke Jogja, dia ini sampai izin gak masuk sekolah.
Gokil emang!


Senin, 02 Maret 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,

 
Sepertinya iseng saja, namun akibatnya dapat sangat berbahaya.....

1. Saudara laki2nya bertanya saat kunjungan seminggu setelah ia melahirkan : " hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan ? " ... " tidak ada " jawabnya pendek ... saudara laki2 nya berkata lagi : " masa sih ... apa engkau tidak berharga disisinya ?? aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yang istimewa " .... siang itu ... ketika suaminya lelah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk dirumah ... keduanya lalu terlibat pertengkaran ... sebulan kemudian ... antara suami istri ini terjadi perceraian ... dari mana sumber masalah ??? kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki2 sang istri ....

Minggu, 22 Februari 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,





               
Cerita kali ini akan menjadi catatan perjalanan saya bersama kawan-kawan dalam rangka silaturahim ke rumah Madun. Dan inilah cerita tersebut.

Anu (Hampir) Ketinggalan

                Ini kasus terbodoh dari penyair (ter)aneh. Bayangkan, sudah dibuat teklap untuk kumpul di base camp pukul 4 sore demi mengejar angkot ke Terminal Cicaheum, si Anu malah dengan santainya (dalam Bahasa Jawa Sukoharjo) bersabda,”Aku nanti berangkat sendiri. Kita ketemu di sana, nanggung nih war Dot-A nya!”   

Rabu, 18 Februari 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,


                Hari ini saya belajar satu hal yang saya rasa cukup besar. Tentang arti menghakimi, pun dengan kata instropeksi.

                Ceritanya, tadi pagi saya mendapat ‘tugas’ dari para ‘serigala’ (Dun, ganti nama grup line kita lah, alay banget kau -____-“) untuk beli tiket bus di Terminal Cicaheum. Kami selama liburan panjang ini berencana sowan ke rumah Kak Madun, ke sebuah negara yang bernama Kebumen *peace coy, guyon :v

Kenapa saya sendiri yang beli dan saya mau? (Oke, berkisah OOT sedikit). Karena Madun dan Ucup sedang ada kuliah Studium Generale, si Faiz sedang simulasi upper frame di laptopnya, si Anu (Arif Nugroho) sedang ada WAR DotA—ini DotA secara harfiah, bukan do TA alias mengerjakan Tugas Akhir—sedang saya yang biasanya harus bimbingan dan dibantai tiap Rabu pagi agak bebas. Ya, dosen pembimbing tercinta sedang umroh. Mungkin sedang mendoakan kelancaran TA saya di depan Ka’bah :)

Senin, 16 Februari 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,


Kejadian Suriah dan Yaman membuktikan bahwa kekuatan dakwah tauhid dan sunnah tidak akan efektif hingga dipayungi kekuatan.

Goresan sunnah penuh dengan perintah untuk mempersiapkan kekuatan dari memanah, berkuda, hingga idad fisik karena itu adalah fitrah perjuangan.

Itulah yang menjadikan sahabat setelah sempurna pengajaran sunnah kepada jiwa mereka, maka Allah mendidik mereka dengan memerintahkan jihad.
Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,


                Aku ingin bercerita tentang pagi kepadamu. Suatu cerita yang tak kusangka akan ada, namun ternyata memang tercipta begitu saja. Aku bahkan tak pernah memikirkan apalagi berharap, bahwa pagi ada di sana. Di ujung perjalanan hari, seperti menanti untuk disapa. Atau sebenarnya ia senantiasa ada di permulaan kala?


                Pagi, mungkin tidaklah semengagumkan bulan. Ia begitu sederhana, pun jika kau pikir dia dekat dengan sahaja. Baginya tak ada yang berbeda, apakah akan ada yang memuji atau menghina. Pagi menyadari, orang-orang berhak menilai sekehendak hatinya. Yang terpenting, pagi akan selalu ada bagi yang mencarinya.


Senin, 02 Februari 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,


                Dalam ucapan ikrar perjalanan, aku tahu apa itu rencana. Bahwa rencana haruslah cukup matang agar tak timbul kekacauan. Namun ia juga tak boleh hebat dan detil sangat supaya tak berubah jadi beban. Rencana tetaplah sebuah rencana. Tinggal langkah kita yang akan menentukan, menjadi kenyataan atau sekedar wacana. Inilah yang membedakan apakah ia sebuah cita-cita, atau hanya mimpi belaka.

                Dalam setiap usaha mewujudkan cita, aku mengerti tentang kolaborasi doa serta usaha. Bahwa setiap hal akan bertambah manis, bukan apakah kita mencapainya atau tidak. Namun tentang usaha dan doa tak henti yang dilakukan. Tentang betapa dedikasi mampu melebihi batas asa, dan doa adalah sebuah penjaga. Akan hati yang saling bertaut, dalam sebuah ikrar perjalanan menemukan diri. Meski itu berarti mengurangi waktu peja mata, meski itu artinya berpuasa lagi. Bahwa menemukan diri bisa jadi merupakan pertanyaan tersulit dalam hidup ini.

Sabtu, 31 Januari 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , , ,




               
Saat saya dapat kesempatan ‘jalan-jalan’ ke PT Timah di Bangka sana, saya mendapat satu pelajaran menarik. Pelajaran yang saya dapat dari salah satu karyawan yang menemani saya keliling Bucket Wheel Dredge untuk mempelajari alat pertambangan lepas pantai tersebut. Jadi, di sela-sela alat pencucian di perut kapal itulah beliau banyak bercerita, dan inilah cerita beliau.

Manfaat Visi

                Seringkali kita bingung ketika ditanya,”Hidupmu maunya seperti apa?” Mungkin akan ada jawaban begini,”Ah, gue mah mengalir aja. Seperti air, woleeeees…” Lalu beliau, Pak Gandhy, menceritakan tentang contoh yang paling mudah dipahami para jomblo seperti saya ini, kriteria istri.

Kamis, 29 Januari 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,



Sejak saya kecil, saya memahami sesuatu yang sangat aneh menurut saya sekarang. Entah bagaimana, dalam pikiran saya terpatri suatu dikotomi antara menjadi seorang yang hebat secara fisik dengan menjadi cemerlsng secara intelektual. Bahwa keduanya adalah hal yang berbeda, bahkan bertentangan. Dalam pikiran saya, orang yang pintar itu haruslah berkacamata, kurus kering atau justru kegemukan, tidak bisa olahraga, lemah, dan gampang sakit karena terlalu banyak belajar sehingga lupa “menyayangi” tubuh. Dan orang yang hebat fisiknya itu cenderung tidak sanggup untuk mengerti isi bacaan, apalagi menghapal.

Selasa, 20 Januari 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,


                Banyak hal di dunia yang semakin aneh akhir-akhir ini. Mungkin karena kiamat semakin dekat, mungkin juga karena efek dari hukum entropi selalu bertambah seiring dengan bertambahnya waktu. Namun, kalau saya pikir hal ini bisa saja karena orang-orang jaman sekarang terlalu banyak mengonsumsi MSG, dan bahkan mungkin orang-orang  aneh tersebut menjadikan MSG sebagai cemilan.

                Hmm, pasti pembaca bingung mengapa saya memulai tulisan kali ini dengan sebuah sarkasme. Saya memulai dengan sarkasme, karena ada orang-orang di luar sana yang memang menjadi target yang pas akan hal ini—saya pikir. Salah satunya, orang yang menggunakan logika aneh yang BELUM saya pahami. Seperti yang langsung menyalahkan harga tiket murah sebagai penyebab kecelakaan pesawat. Atau yang lebih ‘keren’, ini: http://m.kompasiana.com/post/read/595715/3/telanjang-memang-bagian-dari-adat-istiadat-indonesia.html    

Senin, 19 Januari 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,
Senyum tulus para pejuang cinTA (cerita indah Tugas Akhir) ketika syukuran IP.



Yeah, dan terlontarlah kata-kata mutiara berikut:

Rabu, 14 Januari 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,
"Jika mendaki hanya urusan adu tinggi, maka kau telah merugi."


               
Ucup, ketika sedang makan malam di Segara Anak pernah berkata,”Wah, sudah sampai Rinjani. Bolehlah kita disebut sebagai pendaki.”

                Madun pun menanggapi,”Bahkan nih Cup, kalau misalnya mendaki gunung itu kuliah, kita nih udah cumlaude lah!”

                Dan saya pun menimpali,”Iyo ya, bisa dikatakan IP kita 3.726, atau kalau dibulatkan jadi 3.73 (merujuk pada ketinggian Gunung Rinjani, 3726 mdpl). Yah, semoga IP kuliah kita gak jauh-jauh amat lah dari itu hahaha…” Dan kami bertiga, bahkan ada tetangga yang dengar, mengamini omongan saya itu. Alhamdulillah wa syukurillah, ternyata doa kami itu terkabul. Geng cinTA sedang bersuka cita karena IP ke-5 orang rakyatnya naik tajam semester ini, terutama Tobibi bahkan sampai menraktir kami segala atas kenaikan IP dan peringatan hari kelahirannya. Entahlah, mungkin hari lahirnya sepenting tujuh-belasan. *Aku guyon lho Tob, tenan hahaha.

                Mengingat hal tersebut pun mulai muncul keberanian dalam hati saya untuk berbagi tips kepada kawan semua mengenai pendakian Gunung Rinjani ini. Tips yang akan saya bagikan kebanyakan adalah hasil obrolan saya dengan para Suhu di bidang ini. So, check it out:

Sabtu, 10 Januari 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,



1⃣ ADA YANG MENGATAKAN INSIDEN CHARLIE HEBDO INI REKAYASA INTEL PRANCIS
πŸ“’ Dulu saat serangan WTC 11 Sept pun berkembang teori konspirasi. Terlepas dari itu, seharusnya kita lega para penghujat Nabi SAW itu telah menerima ganjaran yang seharusnya mereka terima.

2⃣ BUKANKAH SI KARIKATUR ITU UNDANG-UNDANGNYA ADALAH UU PRANCIS, BUKAN AL-QUR’AN?
πŸ“’ Benar. Demikian pula sang eksekutor itu undang-undangnya adalah Al-Qur’an, bukan UU Prancis. UU Al-Quran yang menyuruhnya membela dan menaatai sabda Nabi SAW.

3⃣ APAKAH ADA SABDA NABI SAW YANG MENYURUH MEMBUNUH?
πŸ“’ Banyak. Salah satunya terhadap Ka’ab bin Asyraf, Yahudi Bani Nadhir yang suka menghina Nabi SAW. Di zaman Nabi SAW juga ada shahabat yang buta membunuh istrinya yang suka memaki Nabi SAW. Toh, Nabi SAW tidak mencela tindakan shahabat tersebut.

4⃣ BILA MEMBUNUH PENGHINA NABI ADALAH BAGIAN DARI SYARIAT, BUKANKAH ITU HARUS DILAKSANAKAN ATAS PERINTAH ULIL AMRI?
πŸ“’ OK, di zaman sekarang, siapa ulil amri kita? Jokowi? Atau kalau pelakunya orang Perancis dia harus minta izin Presiden Perancis, Francois Hollande?
Lalu, tolong tunjukkan mana saja syariat yang hanya boleh dilaksanakan atas izin Ulil Amri, dan mana yang tidak.
Kalau pun si eksekutor salah karena tak izin Ulil Amri, lebih besar mana kesalahannya dibandingkan kita yang hanya diam saja ketika Nabi dihina, tetapi langsung tancap mengkritik eksekutor yang bermaksud membela Nabi SAW?

5⃣ CHARLIE HEBDO HANYALAH MAJALAH SATIRE. MENGAPA HARUS MENYERANG MAJALAH DAN MEMBUNUH REDAKTURNYA?
πŸ“’ Amerika lebih berhak untuk menjawab; Mengapa harus menyerang dan membunuh Samir Khan, pimred majalah Inspire (majalah milik Al-Qaidah cabang Yaman)?
Lalu, apa yang membuat pembunuhan Pimred Charlie Hebdo adalah kejahatan, sedangkan pembunuhan Pimred Inspire bukanlah kejahatan?

6⃣ SEBAGAI BUKTI KEBESARAN ISLAM, SUDAH SELAYAKNYA KITA SELAKU UMAT ISLAM MEMINTA MAAF SEBAGAIMANA DILAKUKAN TOKOH-TOKOH MODERAT DI PRANCIS DAN AMERIKA
πŸ“’ Kenapa umat Islam selalu yang harus minta maaf? Pernahkan sipil Barat minta maaf saat tentara mereka membunuhi umat Islam (ALL OVER THE WORLD!!! ) dengan jumlah korban jauh berlipat daripada 12 orang?!
Jangan lupa pembantaian umat Islam oleh Prancis di Afrika Tengah beberapa bulan lalu, jangan lupa larangan hijabnya.

7⃣ M. ELVANDI, MAHASISWA INDONESIA DI MANCHESTER, INGGRIS MENGANGGAP INSIDEN INI BERTOLAK BELAKANG DENGAN SIFAT ISLAM SEBAGAI RAHMATAN LIL ALAMIN
πŸ“’ Mari kita dengan jujur membuka tafsiran “rahmatan lil alamin.” Mengapa Nabi Muhammad SAW selaku sosok “rahmatan lil alamin” memerintahkan hukum bunuh kepada Ka’ab bin Asyraf, Yahudi Bani Nadhir yang suka menghinanya? Mengapa beliau SAW tidak pernah menyalahkan seorang shahabat yang buta yang menikam mati istrinya dengan belati, gara-gara si istri selalu menghujat Nabi SAW?
Bila mas M. Elvandi belum menemukan kisah di atas, bukan berarti kisah tersebut tidak ada.

8⃣ TETAPI ELVANDI MENGKRITISI PENGGUNAAN DASAR KITAB KLASIK SEPERTI “ASH SHORIMUL MASLUL ALA SYATIMIR RASUL” SEBAGAI PIJAKAN MEMBUNUH PENGHINA RASUL. BELIAU BILANG TELAH SELESAI MEMBACA KITAB ITU DALAM BAHASA ASLINYA
πŸ“’ Iya, saya juga heran dengan ucapannya, “Saya sudah membacanya dalam bahasa aslinya ,maka saya (Elvandi) katakan anda salah kaprah jika menafsirkan buku itu untuk membenarkan tragedi ini.” Maksudnya kitab karya Ibnu Taimiyah itu tidak tidak pas untuk dijadikan dalil ? atau Elvandi mengingkari isi kitab tersebut ? Memangnya kenapa kalau sudah membaca kitab tersebut dalam bahasa aslinya?

9⃣ BUKANKAH KEKHAWATIRAN SEPERTI ELVANDI ITU WAJAR, BAHWA DAKWAH SELAMA INI BERKEMBANG DI EROPA AKAN DIPERSULIT DAN ISLAMOPHOBIA MAKIN MEMBESAR?
πŸ“’ Benar, kabarnya beberapa masjid mulai diserang. Bila dakwah dipersulit, bahkan sampai pada taraf harus kehilangan nyawa untuk melaksanakannya, bukankah itu sebuah amal yang mulia?
Jika kehidupan kaum Muslimin di Eropa sehabis ini terancam, bukankah pintu Hijrah terbuka lebar? Ingat, kewajiban hijrah adalah bagian tak terpisahkan dari syariat Islam.
Jika Islamophobia makin besar, maka menghadapinya bukanlah menjelaskan Islam hanya pada sisi yang diridhoi oleh mereka saja, sementara sisi lain disembunyikan. Menjelaskan Islam kepada siapapun, termasuk kalangan Islamophobia adalah dengan menjelaskan Islam apa adanya. Kalau tidak, kelak di Eropa akan muncul sebuah generasi yang hanya mengenal, memeluk dan meyakini Islam secara parsial. Islam yang aman-aman saja, tak ada nahi mungkar, tak ada jihad fi sabilillah. Inikah yang disebut maslahat?
Ingat, orang2 Amerika banyak tertarik belajar Islam pasca 11 September. Setelah insiden Lindth Cafe Sidney muncul solidaritas #i'llridewithyou.

1⃣0⃣ LALU APA MASLAHAT YANG BISA DIAMBIL DARI INSIDEN INI?
πŸ“’ Pertama, dunia menjadi tahu apa sih hukuman yang diputuskan Islam bagi penghina Nabi SAW.
Kedua, Pada akhirnya siapapun yang hendak meniru jejak Charlie Hebdo dalam menghujat Nabi SAW akan berpikir ulang. Akhirnya izzah Islam pun hadir kembali.

1⃣1⃣ SEKELOMPOK YANG MENGAKU AHLUSSUNNAH MENGECAM KEJADIAN INI.
πŸ“’  Kita katakan, bagaimana mereka yang mengaku Ahlussunnah itu lebih mengikuti perkataan Obama daripada perkataan Ibnu Taimiyah dalam Ash Shorimul Maslul ala Syatimir Rasul?
πŸ‘³MADINA (Majlis Dakwah Islam Nusantara) πŸ‘³

Rabu, 07 Januari 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,
"Keindahan akan semakin indah.
Ketika usaha untuk mencapainya masih logis dan realistis, meskipun sangat sulit."




Selasa, 06 Januari 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,


Day 2, 24-12-2014

                Hari dimulai ketika alarm waktu shubuh menjerit, dan dilanjutkan dengan mematikan alarm. Maklum, dinginnya cukup keren juga. Lanjut masak, makan, bongkar tenda, nyekop (baca: boker), foto-foto, dan repacking. Kami baru mulai cabs sekitar pukul 08.00 WITA.


Jalur Pendakian Rinjani
Courtesy of Kaos Saya :v

Aku, Sweaterku, dan Tenda Perhimak ITB

Senin, 05 Januari 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,


Inilah cerita terpanjang saya, jadi jika Anda malas membacanya sila langsung scroll ke paling bawah dan lihat ringkasan waktunya saja. Apalagi saya menuliskannya per hari, jadi alamat panjang bener hahaha.

Day 1, 23-12-2014

                Setelah sejenak mengisi ulang tenaga dan nutrisi di rumah Ucup, inilah perjalanan kami yang sesungguhnya dimulai: Mencumbu Sang Dewi.  Gunung Rinjani (3726 mdpl) terletak di pulau Lombok-Nusa Tenggara Barat. Gunung ini merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia, gunung tertinggi ketiga di Indonesia, dan mempunyai danau yang bernama Segara Anak. Puncak Rinjani dapat ditempuh melalui dua jalur, yaitu jalur Sembalun dan jalur Senaru. Rute Sembalun agak panjang tetapi datar, dan cuaca lebih panas karena melalui padang savana yang terik. Rute Senaru adalah tanjakan tanpa jeda, tetapi cuaca lembut karena melalui hutan.
Foto dulu sama Ibunya Mochammad Yusuf Bachtiar
Mohon restunya Ibu, terimakasih telah menampung dua teman putramu :')
Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,



Nah, sesampainya di Kota Mojokerto, yang diklaim Ucup sebagai ibukota Kerajaan Majapahit, kami pun memanfaatkan waktu 2 hari yang ada dengan mengaplikasikan hadits tentang menghormati tamu. Hanya, kami lah (Madun dan saya) yang jadi tamunya :v

Ada beberapa tempat yang sempat kami kunjungi bersama kakak, adik, dan adiknya Ucup. Entah, keluarga si Ucup sepertinya kumpul di Mojokerto hingga banyak sekali keluarganya. Nah, inilah yang kami kunjungi:

1.       Benteng Pancasila

Mungkin jika di Bandung, tempat ini serupa dengan Gasibu. Di sinilah tumplek blek orang-orang yang mencari barang murah sembari jalan-jalan dan cuci mata. Enaknya jika Anda membawa sepeda dari rumah, sehingga dapat sekalian berolahraga. Di tempat ini telah disediakan parkiran sepeda pula demi keamanan yang lebih terjamin.

Gak lengkap kalau belum selfie

Tugu Kota Mojokerto

Batagor di Benteng Pancasila

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,



                Rencana untuk menjejakkan kaki di puncak ‘Sang Dewi’ telah dirancang semenjak jauh hari. Di mulai dari celetukan Si Madun, pengomporan ide dari saya, dan berkahir dengan Ucup yang sangat excited. Mulailah teklap, logistic, dan berbagai macam persiapan dilakukan. Lebih semangat menjemput rezeki, lebih berhemat, dan berdoa. Bayangan keril jenis ini, sepatu yang itu, dan tempat singgah menjadi topic untuk selalu diulang. Hingga akhirnya terkumpullah semua persiapan pada hari-H pemberangkatan:

Dari kiri: Punya Ucup, saya, dan Madun
Tas Madun masih paling berat, karena tas saya belum diisi logistik kelompok

Akhirnya, di tengah hujan deras, kami pun berangkat dari basecamp dengan diantar oleh Pak Herman, Faiz, dan Fahmi. Terimakasih kepada 3 orang super baik tersebut, barakallahu fikum… :)

Minggu, 04 Januari 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,


"Bersama sahabat memang tak selalu menjadi cerita indah
Namun bersama sahabat kita dapat lebih jauh melangkah"


Sabtu, 03 Januari 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,



            Menikahlah wahai engkau yang masih berkutat dengan rumitnya pendidikan. Yang bahkan untuk sekedar mengatur waktu kapan belajar, bermain, dan membantu orang tua belum bisa. Apalagi ikut serta menyukseskan dakwah. Karena percayalah, bertambahnya satu tanggung jawab tidak akan terlalu berpengaruh signifikan pada ritme hidupmu yang sudah menantang tersebut. Atau siapa tahu, dengan bertambahnya satu urusan besar maka hidup akan makin tertata. Tidakkah engkau tertantang untuk mencobanya, kawan?

            Jangan takut menikah meski engkau belum berpenghasilan. Yang bahkan sekedar untuk uang jajan dan jalan-jalan masih mengharap belas kasih ayah tercinta. Yang bahkan sekedar makan saja masih harus ‘disuapi’ mama. Tak apa kawan, itu bukanlah halangan. Karena yang penting kan dalam menikah itu ada cinta dan sayang. Biarkan kesulitan yang akan datang membuat kau dan istrimu lebih dewasa.