Minggu, 05 April 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under :


                Malam ini indah, Ibu. Ya, namun aku ingin bertanya,”Sudahkah Ibu makan malam ini?” Aku tahu Ibu, kita tidak pernah kekurangan makanan. Aku tahu Ibu, Bapak telah berusaha eras utuk mencukupi kebutuhan dasar kita. Hingga aku tak pernah kekurangan sejak kecil. Tetapi, aku tahu sejak dulu kau selalu saja bergelut dengan pekerjaan. Entah itu memasak, menyapu, melayani pembeli di warung kecil depan rumah kita, mendengarkan ceritaku, cerita Bapak, dan cerita si menyebalkan Finna. Kau tak pernah istirahat Ibu. Kecuali saat kami semua telah terlelap. Maka, seperti biasanya kau tanyakan setelah salam saat di telepon, aku hanya ingin berbasa-basi,”Sudahkah Ibu makan malam ini?”


                Malam ini indah, Bapak. Namun, sebagaimana pada Ibu, aku pun ingin bertanya padamu,”Apakah Bapak sehat-sehat saja?” Aku tahu Bapak, kita akan selalu lebih dekat dengan kesehatan. Karena Ibu telah merawat kita, sejak aku mengenal kata. Dan jika ada yang salah dengan kesehatan kita, lebih sering karena karena kebodohan kita. Seperti aku yang terlalu banyak makan ‘chiki’, atau kau yang terlalu sering begadang di pos ronda demi main karambol. Dan aku tahu Bapak, hingga kini kau jauh lebih kuat dariku. Mengangkat dua karung beras kuat, sedang aku hanya cukup separuhmu. Tetapi, tidakkah wajar seorang anak laki-laki ingin tahu kesehatan laki-laki yang diidolakannya? Seperti biasanya jika kita canggung di telepon, kau selalu saja dengan kata-kata itu. Seolah kaset rusak yang senantiasa bertanya,”Sehat saja kan kau di sana?”

                Malam ini indah, Adik. Ah, aku malas menyebut namamu. Mungkin dengan memanggilmu Adik, kita akan lebih dekat. Tidak ribut seperti biasanya ketika dekat, tapi merindu dengan sangat saat berjauhan. Aku pun ingin bertanya,”Bagaimana sekolahmu?” Yah, tak ada tendensi khusus di sini. Sekedar memastikan saudara perempuanku telah terdidik dengan baik. Sekedar memastikan bahwa ia akan menjadi ibu yang baik. Sebaik Ibu kita, atau mungkin lebih baik.

                Malam ini indah, Tuhan. Maka, aku bersyukur pada-Mu. Jagalah selalu keluargaku dari kejahatan malam…

1 komentar: