Tampilkan postingan dengan label Kisah Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Tokoh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juni 2016

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,


Baca Part 1 di sini.

          Kekhawatiran-kekhawatiran ini sungguh membuat malas bangun di pagi hari. Karena bagi saya, seringkali semua hal tersebut hilang lalu muncul kembali. Dan saat paling pasti bahwa ia akan hilang hanyalah di saat tidur.

            Itulah masalahnya. Sekarang, mari berbicang mengenai kemungkinan penyebab dan solusinya.

1. Kurang Bersyukur

            Ya, di dalam kitab suci telah diterangkan mengenai rumus bahwa jika kita bersyukur maka akan ditambahkan nikmat kita. Setidaknya, nikmat itu dapat berupa ketenangan. Urusan konkritnya begini. Alih-alih kita menyesali masa kini yang tak seindah masa lalu, mengapa kita tidak mengubah paradigma kita?

Indah bukan? ;)
            Alih-alih berpikir tentang indahnya kenangan dan ingin kembali, mengapa tidak bersyukur bahwa dalam posisi sebagai hamba yang penuh dosa ini Tuhan masih Berkenan Memberikan kita sepotong kehidupan yang indah?

            Alih-alih berpikir bahwa masa dewasa sungguh menakutkan, mengapa kita tidak bersyukur bahwa telah diberikan kesempatan untuk menjadi lebih dewasa setiap harinya? Dihadapkan pada tantangan yang akan menandakan kita naik kelas?

Sabtu, 26 Desember 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , , ,


            Bismillah,
            Hari ini saya ingin berbagi mengenai khutbah jum’at kemarin. Temanya adalah “Pendidikan Anak Menurut Islam”. Namun dalam penceritaan ini, sebenarnya khutbah tersebut “hanya” menginspirasi saya, sedangkan pengembangannya tetap menurut sudut pandang saya. Jadi jika ada kebenaran maka pasti ada andil dari khutbah tersebut, sedangkan jika ada kesalahan dalam pengembangan itu murni kesalahan saya.
            Khatib memulai dengan bercerita bahwa anak merupakan cobaan, perhiasan dunia, penyejuk namun suatu saat dapat menjadi musuh (pembahasan mengenai ‘Kedudukan Anak Dalam Al Qur’an tidak saya bahas dulu). Lalu beliau mulai menceritakan betapa banyak orang yang salah kaprah dalam mendidik anak. Entah karena terlalu sayang atau terlalu keras.
            Sebagai contoh yang paling mudah (ini penulis alami sendiri), ketika pulang sekolah maka akan selalu ditanya
1. “Sudah makan belum?”
2. “Jajan apa aja tadi? Nggak jajan sembarangan kan?”
3. “Gimana ulangannya matematikanya? Bisa? Perlu les matematika tidak?”
4.  “Ada yang nakal tidak di sekolah?”

Senin, 30 Juni 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,
             
 

             Abdullah bin Saba, tokok intelektual dari pendirian gerakan syi’ah kini telah memiliki sejumlah pengikut pada masa kekhalifahan Usman bin Affan radhiallahu’anhu. Bersama pengikutnya, mereka mencoba mengantongi kesalahan-kesalahan pemerintahan shahabat yang terkenal sangat pemalu ini untuk kemudian menjadikannya protes terbuka kepada khalifah (dan syubhat terbesar mereka adalah bahwa Ali merupakan titisan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam sendiri—bahkan pada kadar yang paling ekstrim ada syi’ah yang menganggap Ali adalah titisan Allah). Namun, mereka tidak cukup memiliki keberanian untuk melakukannya secara terang-terangan melainkan dengan menyamarkannya sebagai ibadah umrah.

                Di suatu tempat yang bernama Juhfah, demi mencium gelagat buruk dari rombongan ini khalifah pun mengutus Ali bin Abi Thalib radhiallahu’anhu untuk mencegah mereka memasuki kota yang diberkahi: Madinah. Agar pemikiran beracun mereka tidak menyebar di tengah-tengah penduduk yang beriman kepada Allah dan menerima secara penuh legitimasi Usman sebagai kepala negara.

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,
Bismillah...

                Wah, blog ini sudah beberapa minggu terlantar. Mungkin karena terlalu focus ke blog satunya hehe—ngeles. Baik, apa yang ingin saya ceritakan hari ini? Hmm, mungkin karena sudah masuk suasana Bulan Ceria—Ramadhan—maka saya akan menceritakan dan hikmah terbaru yang saya dapat, tadi.

                Pada awalnya hari ini kami berencana untuk Praktikum PPT (Para Pencari Ta’jil). Bahkan sudah diatur rapi mau ke masjid mana jam berapa. Namun, qadarullah malah dapat panggilan dari Ustad buat ke masjid yang tadinya ingin dituju. Begini bunyinya:

Dimhn hdr kajian ramadhan dan buka bersama hari ini,
30 jun jam 16.00 di kaffah..
Ksh thy g lain.
Jzk.

                Singkat, padat, dan jelas. Sebagai tukang jarkom jadilah saya menyebarkannya. Dan rencana yang tadinya iseng-iseng ternyata Didengar oleh Allah :)

Senin, 02 Juni 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,

Kamis, 08 Mei 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,

Umar bin Khattab sedang duduk di bawah sebatang pohon kurma. Sorbannya dilepas, menampakkan kepala yang rambutnya mulai tipis di beberapa bagian. Di atas kerikil, ia duduk dengan cemeti imaratnya tergeletak di samping tumpuan lengan. Di hadapannya, para pemuka sahabat bertukar pikiran dan membahas berbagai persoalan. Ada anak muda yang tampak menonjol di situ. Abdullah ibn Abbas. Berulang-ulang Umar memintanya berbicara. Jika perbedaan wujud, Umar hampir selalu bersetuju dengan Ibnu Abbas. Ada juga Salman Al Farisi yang tekun menyimak. Ada juga Abu Dzar Al Ghifari yang sesekali bicara berapi-api.

            Pembicaraan mereka segera terjeda. Dua orang pemuda berwajah mirip datang dengan mengapit pria belia lain yang mereka cekal lengannya.

“Wahai Amirul Mukminin!” ujar salah satu berseru-seru, “Tegakkanlah hukum Allah atas pembunuhan ayah kami ini!”

            Umar bangkit, “Takutlah kalian kepada Allah!” hardiknya, “Perkara apakah ini?”

            Kedua pemuda itu menegaskan bahwa pria belia yang mereka bawa itu adalah pembunuh ayah mereka. Mereka siap mendatangkan saksi dan bahkan menyatakan bahwa si pelaku ini telah mengaku.

            Umar bertanya kepada sang tertuduh, “Benarkah yang mereka dakwakan kepadamu ini?”

Rabu, 19 Maret 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , , , ,




Wahai si ahli ibadah dua tanah suci Makah dan Madinah

Andai engkau melihat kami

Niscaya engaku menyadari

Bahwa ibadahmu hanya main-main tiada arti

Di pipimu butir tangis air mata membasahi

Sementara leher kami dilumuri dengan darah suci

Kudamu letih dalam kebatilan

Jumat, 07 Maret 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , , , , ,


Bismillah…
               
Setelah halaqah ke-5 yang gagal hadir karena—ah sudahlah, tidak perlu dibahas. Kini, saya “haturkan” catatan halaqah ke-6 saya. Meskipun suram juga, karena baru bisa diketik sekarang.

Materi pada halaqah kali ini saya kira masih terkait dengan ilmu—hakikat ilmu. Dan pertemuan pun dibuka oleh ustadz dengan tanya jawab antara Syaikh Utsaimin dengan seseorang.

Q: “Bagaimanakah dengan keadaan seseorang yang menyadari bahwa ada penyakit ilmu (maksudnya lupa) dalam dirinya? Perkara apa saja yang dapat memberikan kita pertolongan untuk kuat dalam menghapal?”
A: “Di antara metode yang paling baik untuk membantu memiliki dan menjaa ilmu yang di dada adalah hendaklah manusia mengupayakan hidayah dengan ilmunya. Jika seorang yang alim mengamalkannnya maka Allah akan menambahkan baginya ilmu dan memberikan padanya ketaqwaan(lihat QS. Muhammad 47: 17 dan QS. Al-Baqarah 2: 282).

      [OOT, tentang hapal menghapal dan ingat mengingat saya jadi teringat sebuah kisah. Kisah ini terjadi pada seorang syaikh yang ditanya tentang sebuah persoalan. Seorang pemuda yang ingin bertaubat menemui Syaikh ‘Arifi. Pemuda itu taubat dari melakukan hubungan di luar mahram sebelum ada ikatan pernikahan, alias pacaran.

Senin, 17 Februari 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , , ,


Bismillah…

                Sepertinya sekarang saya akan punya(sekali lagi: sepertinya) minimal satu tulisan untuk tiap minggunya. Dan semoga tulisan jenis ini cukup bemanfaat.  Karena pada tulisan ini pada hakikatnya saya hanya mencatat apa yang terjadi, atau lebih tepatnya sekedar catatan saja. Tak ada andil saya di dalam materi tulisan kecuali sedikit. Juga tak ada maksud untuk mem-publish hal ini kecuali karena alasan antara saya dengan Rabb saya, kemudian agar kawan-kawan yang tidak berangkat tidak ketinggalan materi. Juga untuk antum semua yang berkenan mampir ke blog saya.

                Oke, cukup intronya. Sekarang masuk ke pembahasan. Seorang ikhwan yang baru datang bertanya,”Materinya tentang apa Ustadz?” Maka beliau pun menjawab,

“Tentang Ilmu”

Sabtu, 08 Februari 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , , ,


                “Apakah momen besar dalam hidup antum semua?” tanya Ustadz. Materi pun dibuka dengan pertanyaan tersebut, seolah tahu ‘penyakit’ mahasiswa sekarang yang gampang mengantuk jika malam-malam begini perlu diajak sedikit berpikir(Wong di kelas siang hari saja sudah banyak yang terkapar dengan alasan habis makan blablabla). Ketika saya hendak menyebut kematian, dari depan terdengar…

“Menikah Ustadz!” sahut seorang ikhwan.

                Demi mendengar jawaban tersebut Ustadz pun tersenyum(kami juga hehe), lalu tanpa menyalahkan beliau berdiri dan mulai membuat sebuah garis yang membentuk suatu grafik. Di mana di ujung kanan(dengan tulisan arab) beliau tuliskan hayaat(hidup/lahir) dan ujung kirinya mamaat(mati). Beliau berkata, bahwa ada dua momen yang sangat besar dalam kehidupan kita sebagai manusia—atau minimal dua. Yaitu LAHIR dan MATI.

                Kemudian beliau mengutip suatu hadits, Nabi shalallahu’alaihi wassalam bersabda:

أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70, dan sedikit dari mereka yang melebihi itu.”
(Dihasankan sanadnya oleh Ibnu Hajar t dalam Fathul Bari, 11/240)

Selasa, 10 Desember 2013

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , , ,


                Perjalanan akan memberikan hikmah, hanya jika itu perjalanan yang tidak melanggar syari’at dan bersama seseorang yang memang berpotensi memberi himah. Seperti yang saya alami hari Sabtu lalu.

                Awalnya sedang lelah karena kurang tidur malamnya buat UTS 2 Mekanika Fluida 2 jam 7 malam dan baru kelar praktikum nyelup besi anget(850o C) sampai jam 3 sore. Eh, tiba-tiba HP di kantong bergetar. Ada sms masuk dari Pak Ketua, isinya kurang lebih begini:             

Her, bisa ikut ke Banjaran besok? Kosong kan jadwalmu?  Ada undangan dari teman, kalo remaja binaan Ustadz ada acara. Yang ikut pengurus inti saja. Katanya pengen banyak kenalan kan?               

                Saya pikir ketika Anda sudah muak dengan deadline akhir-akhir ini, sebuah ajang silahturahim tentu tawaran yang sangat sulit untuk ditolak bukan? Lalu saya mulai mengecek agenda, fix kosong kecuali ta’lim mingguan. Latihan rutin juga sudah libur karena masuk masa UAS. Karena yang mengajak adalah ketua organisasi yang mengadakan ta’lim ini, saya pikir gak berangkat boleh laaaah hehehe. Lagipula sekalian nostalgia sama waktu di Semarang, di mana karang tarunanya(pas zaman saya) masih aktif.

Senin, 02 Desember 2013

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,
Sebuah artikel yang memuat kisah perjalanan HAMAS, dari sebuah jama’ah jihad yang banyak dikagumi hingga akhirnya terpuruk dan memudar citra idealnya. Ditulis oleh Abdullah Haidar Sha’i dengan judul asli, Hamas… Shattering Image seorang Jurnalis Independen Internasional yang mengkhususkan menganalisis gerakan-gerakan Islam. Berikut kami hadirkan kembali setelah di alih bahasakan oleh Forum Islam At-Tawbah, dengan editor Abu Muhammad Al Muwahhid. Semoga bermanfaat!

Prolog

Dahulu, di masa dua Syaikh, yaitu Ahmad Yassin dan ar Rantisi (semoga Allah menyayangi mereka), berita dari Palestina yang sampai kepada kita adalah, “Sebuah roket telah ditembakkan ke wilayah Sedirot, dan Brigade al Qassam menyatakan bertanggung jawab atasnya…”, “Sebuah operasi istisyhad telah terjadi di sebuah kafe di Talabeeb dan al Qassam menyatakan bertanggung jawab atasnya…”. Akan tapi, kini berita yang kita dengar adalah, “Brigade al Qassam telah membunuh sejumlah Mujahidin dari kelompok Islam Jihadis setelah mengepung Masjid Ribat di perempatan jalan Zaitoon di Gaza[1]”, “Brigade al Qassam membunuh 10 orang, di antaranya terdapat anak-anak dari kelompok Jaisyul Islam yang ber-afiliasi kepada al Qaidah di Gaza[2]”, “Brigade al Qassam menyerang orang-orang yang tengah beribadah di Masjid Ibnu Taimiyah yang berafiliasi pada al Qaidah dengan roket dan sniper yang menyebabkan 125 korban tewas dan luka-luka”, “al Qassam mengepung rumah seorang Syaikh Mujahid terkemuka, Dr. Abdul Latif Musa yang dikenal dengan sebutan Abu Nuur al Maqdisi, meluluhlantakkan rumahnya[3], mengisolasi tempat kejadian dan melarang para jurnalis mengambil foto atau mendapatkan informasi dari tempat itu”.

Jumat, 06 September 2013

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,


                Hari ini aku ingin berbagi tentang pelajaran hidup yang aku dapat. Pelajaran ini kudapat, lagi-lagi dari dosenku yang hebat-hebat di Teknik Mesin ITB. Sebenarnya sudah kepikiran untuk membuat tulisan yang berisi kumpulan quote dosen-dosen Mesin ITB, tapi masih sedikit sih. Yah, mungkin sebulan lagi aku posting—InshaaAllah.

                Kembali ke tujuan awal tulisan. Tadi pagi, ketika kuliah Getaran Mekanik Dasar ternyata ada kawan yang terlambat masuk. Dosenku ini dengan sopan berkata,”Mas, Anda terlambat ya?” sontak aku menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang terlambat.

                “Eh, iya Pak,” kata temanku dengan sopan.

                “Wah Mas, ini sudah lebih dari 15 menit. Maaf ya Mas, Anda harus keluar,” kata dosenku lagi.

                “Baik Pak, maaf ya Pak saya sudah mengganggu kuliah,” kata temanku itu lagi.

Senin, 05 Agustus 2013

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , , ,

               Memang sih, dari dulu saya sudah berpikir bahwa kebudayaan tidak akan membuat suatu kaum disegani dan dihormati bila HANYA menghasilkan upacara ritual, syair-syair, nyanyian, dan seni yang menghabiskan uang dan tenaga saja. Apalagi jika dengan dalih kebudayaan dan seni mengizinkan ketelanjangan dan kerusakan moral(Contohnya boy band maho itu hahaha). Dan ternyata, ada yang sepikiran. Tidak main-main om, beliau adalah Dr. Aidh Al-Qarni. Penulis buku fenomenal "La Tahzan". So, check it out guys:



Barat terus melakukan aksi ekspansi jihadnya meluas di seluruh dunia tetapi di sisi lainnya mereka melarang kita (Muslim) untuk melakukan hal yang sama ?

Di sini saya berbicara fakta bahwa Barat telah menghasilkan rudal nuklir, tapi mereka mencegah kita  melakukan hal itu, mereka dibiarkan menempati tanah kami sementara mereka sangat ketat melindungi wilayahnya sendiri, dan mereka invasi pada lautan kami, dan mereka menjaga ketat wilayah lautnya dari pihak lain.

Pabrik mereka memproduksi roket, bom, rudal, fregat, peluncur roket dan kapal induk, sementara pabrik-pabrik kami hanya diperbolehkan memproduksi permen karet dan Pepsi.

Barat memperingatkan kita tentang larangan tindakan agresi kemanapun dan upaya memperoleh senjata, sementara itu mereka meluncurkan serangan kemanapun dan distribusi senjata siang dan malam ke daerah yang mereka inginkan.

Selasa, 30 Juli 2013

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,


                Mau bicara sejarah dikit nih. Dan karena saya bukan mahasiswa jurusan sejarah maka mohon dimaklumi jika banyak yang copas. Oh ya, buat seru-seruan aja, sejarah-khususnya tentang yang artefak-adalah mata pelajaran yang saya paling cupu. Bersama dengan biologi dan akuntansi tentunya haha.

            Oke, akhir-akhir ini sedang ramai tentang Mesir. Namun, saya ingin memulai cerita saya dari Aljazair, terutama tentang FIS-nya(Front Islamique du Salut):

            Front Keselamatan Islam (bahasa Arab: الجبهة الإسلامية للإنقاذ, al-Jabhah al-Islāmiyah lil-Inqādh; bahasa Perancis: Front Islamique du Salut/FIS) adalah sebuah partai politik di Aljazair berideologi Islam.


Minggu, 14 Juli 2013

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,


                Pada suatu ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam tengah melayat satu jenazah, datanglah seorang Yahudi bernama Zaid bin Su’nah menemui beliau untuk menagih hutangnya. Yahudi itu menarik ujung gamis dan selendang beliau sambil memandang dengan wajah yang bengis. Dia berkata,” Ya Muhammad, lunasilah hutngmu padaku!” Dia berbicara dengan nada yang kasar. Melihat hal itu Umar radhiallahu’anhu pun marah, ia menoleh kea rah Zaid si Yahudi sambil mendelikkan matanya seraya berkata,”Hai musuh Allah, apakah engkau berani berkata dan berbuat tidak senonoh terhadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam di hadapanku! Demi Dzat Yang telah Mengutusnya dengan membawa al-Haq, seandainya bukan karena menghindari teguran beliau, niscaya sudah kutebas engkau dengan pedangku!”

Rabu, 10 Juli 2013

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,

      

           Dialah wanita shalihah itu, yang hidup bersama sang suami 
beserta kelima anaknya dalam naungan kerajaan Fir’aun. Sang suami adalah orang dekat sang raja, sebagaimana ia sebagai pengasuh puteri-puteri Fir’aun. Allah Ta’ala mengaruniakan keimanan kepada keluarga tersebut, sebuah karunia terbesar dan paling mereka syukuri.

            Namun, sang suami tidak sabar mengumumkan keimanannya sehingga ia mati di tangan algojo kerajaan. Sang istri, yang masih menyembunyikan keimanannya masih bekerja sebagai pelayan dan pengasuh puteri-puteri Fir’aun. Hingga saat itu tiba.

Rabu, 09 Januari 2013

Posted by Heri I. Wibowo | File under :
Nama dan Nasab

Beliau bernama Muhammad dengan kunyah Abu Abdillah. Nasab beliau secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-’Abbas bin ‘Utsman bin Syafi’ bin as-Saib bin ‘Ubayd bin ‘Abdu Zayd bin Hasyim bin al-Muththalib bin ‘Abdu Manaf bin Qushay. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah pada diri ‘Abdu Manaf bin Qushay. Dengan begitu, beliau masih termasuk sanak kandung Rasulullah karena masih terhitung keturunan paman-jauh beliau, yaitu Hasyim bin al-Muththalib.

Bapak beliau, Idris, berasal dari daerah Tibalah (Sebuah daerah di wilayah Tihamah di jalan menuju ke Yaman). Dia seorang yang tidak berpunya. Awalnya dia tinggal di Madinah lalu berpindah dan menetap di ‘Asqalan (Kota tepi pantai di wilayah Palestina) dan akhirnya meninggal dalam keadaan masih muda di sana. Syafi’, kakek dari kakek beliau, -yang namanya menjadi sumber penisbatan beliau (Syafi’i)- menurut sebagian ulama adalah seorang sahabat shigar (yunior) Nabi. As-Saib, bapak Syafi’, sendiri termasuk sahabat kibar (senior) yang memiliki kemiripan fisik dengan Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam. Dia termasuk dalam barisan tokoh musyrikin Quraysy dalam Perang Badar. Ketika itu dia tertawan lalu menebus sendiri dirinya dan menyatakan masuk Islam.

Sabtu, 29 Desember 2012

Posted by Heri I. Wibowo | File under :
Dahulu, di masa keemasan Islam, ada seorang teladan abadi sepanjang masa. Dia adalah khalifah al-Mu'tasim. Kisah heroik Al-Mu'tashim dicatat dengan tinta emas sejarah Islam dalam kitab al-Kamil fi al-Tarikh karya Ibn Al-Athir. Peristiwa bersejarah tersebut terjadi pada tahun 223 Hijriyyah, yang disebut dengan Penaklukan kota Ammuriah.
Pada tahun 837, al-Mu’tasim Billah menyahut seruan seorang budak muslimah yang konon berasal dari Bani Hasyim yang sedang berbelanja di pasar. yang meminta pertolongan karena diganggu dan dilecehkan oleh orang Romawi. Kainnya dikaitkanke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya.
Wanita itu lalu berteriak memanggil nama Khalifah Al-Mu'tashim Billah dengan lafadz yang legendaris yang terus terngiang dalam telinga seorang muslim: "waa Mu'tashimaah!" (di mana engkau wahai Mutashim... Tolonglah aku!)

Rabu, 05 Desember 2012

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,



يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

”Akan datang suatu zaman kepada manusia di mana orang yang memegang agamanya ibarat orang yang menggenggam bara api.”(HR Tirmidzi 2140)



Arrahmah.com -  Pada (31/5/2012) di Belgia, seorang Muslimah ditangkap oleh polisi karena memakai niqab (cadar), Muslimah itu tiba-tiba didatangi oleh polisi dan dan diminta untuk membuka cadarnya untuk pemeriksaan identitas, namun setelah pemeriksaan identitas, polisi tetap memaksa Muslimah itu untuk dibawa ke kantor polisi. Di kantor polisi, ia dicaci maki, pakaiannya dirobek-robek, dan dipukuli hingga ia mengalami gegar otak dan luka-luka yang mengharuskan ia dirawat di rumah sakit.

Berikut ini ia menceritakan fakta bagaimana insiden itu terjadi hingga ia harus dibawa ke gawat darurat. Diterjemahkan dari video dan transkrip yang dipublikasikan oleh Izharudeen.com.
Cerita berikut mungkin hanya satu dari sekian kasus diskriminasi dan kekejaman yang terjadi di Eropa terhadap saudari-saudari kita yang memakai niqab.