Kamis, 20 Agustus 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,


            Hari ini saya akan bercerita mengenai apa yang saya dapat berdasarkan ingatan saya yang lemah dan catatan yang payah—semoga Allah Menambah kebaikan ingatan dan catatan saya. Yaitu mengenai hikmah Surah Asy-Syura ayat 13, terjemahannya kurang lebih begini:


“Dia (Allah) telah Mensyariatkan kepadamu agama yang telah Diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami Wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami Wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan ‘Isa, yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah Memilih orang yang Dia Kehendaki kepada agama tauhid dan Memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya).” (QS 42: 13).


Selasa, 18 Agustus 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under :



Bismillahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillahirabbilalamin.

Penulis mengucapkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena hanya dengan izin dan karunia-Nya, penulis diberikan kelancaran dan kemudahan saat menyelesaikan tugas sarjana dengan judul “Penyusunan Program Pemeliharaan Untuk Dredge Pump dan Gearbox Pada BWD Menggunakan Metode RCM”. Tugas sarjana ini dibuat sebagai syarat kelulusan Program Studi Teknik Mesin ITB.  Selain itu, tugas sarjana ini dibuat agar mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang didapat dibangku kuliah kedalam dunia nyata.

Jumat, 17 Juli 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,


Tadinya saya ingin berbagi cerita tentang saya yang masih mengetik TA padahal malam takbiran dan kisah lebaran saya di tanah rantau. Bagaimana kadang keisengan itu harus dibayar dengan kesepian #ceileeeeh. Yah, sepertinya cerita tentang ini harus menunggu beberapa waktu lagi. Sekarang, saya akan bercerita tentang debat saya.

Ya, bukannya makan-makan sampai puas (tadi udah makan-makan sih, tapi belum puas haha), saya justru meladeni debat orang di line tentang Idul Fitri di Tolitoli. Debat pun melebar hingga ke urusan toleransi. Kasusnya diawali dengan saya yang membagikan maklumat ini:





Nah, ini awal komen lawan debat saya:



Dan ini seluruh transkrip debatnya:
H= Heri
A= dia

A    : Wkwkwkwkwkw yang kayak gini diumbar umbar. giliran agama situ yang bakar dan hancurin gereja gimana tuh? yang sampe bikin rusuh ke gereja. kalian bangun masjid dimana mana. berisik kalo adzan toa nya bareng bareng. Ini kita pun masih pemberitahuan doang. kalian tanpa pemberitahuan langsung asal hancurin aja. mikir please...

A    : mikir please siapa yang ga toleransi sekarang. Banyak gereja yang kasih spanduk kok kalo lagi lebaran, buat ngucapin selamat hari lebaran. kalian masjid masjid pernah ngga ngasih spanduk ucapan natal? hahh.. plis lah kita kurang toleransi apa. Padahal agama kalian ngajarin buat ngehormatin agama lain. Tapi kalian kayak gitu.

Rabu, 15 Juli 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under :

Hari ini hari yang sama, sayang
Debu, panas, dan beberapa suara yang familiar
Meski kau lihat wajah yang berbeda
Sejatinya cerita ini tetap sama


Hari ini masih sama, sayang
Ketika jalanan di sana tak lebih dari lorong kosong
Dan bangunan lebih mirip tempat petak umpet
Tanpa bekas meski sekedar kotoran unta

Sabtu, 11 Juli 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,


sumber: http://chuisme.blogspot.com/2012/04/tips-meminjam-barang.html

       Pinjam meminjam adalah hal yang wajar di dunia ini. Mulai dari pinjam alat tulis sampai “meminjamkan” rakyat. Yang pertama adalah khas anak sekolah, yang kedua adalah mengenai para ”penguasa dunia yang menguasai suplai uang” (siapa mereka? Bukan tempatnya di blog ini untuk membahas mereka). Pinjam meminjam telah sedemikian mengakar dalam kehidupan bermasyarakat, hingga dapat digunakan sebagai parameter hubungan di antara dua pihak. (Bahkan kata para Bankir, hutang adalah tanda kemajuan suatu bangsa—dan itu kata-kata yang pup banteng sekali)

Misalnya nih:

”Bro, bolpenmu lagi dipakai nggak?”
”Nggak, kenapa cuy?”
”Ehm, sori ya ngrepotin. Aku pinjem bentar boleh? Tiba-tiba bolpenku gak ada nih hehe.”
”Oh iya, santai aja kali. Nih, tapi 2 jam lagi aku kelas, udah bisa balik?”
”Oke, siap. Makasih yo!”

Nah, kalau diperhatikan mereka itu hanya sekedar teman :)

Minggu, 21 Juni 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,


                Saya bukanlah aktivis dakwah, setidaknya itu yang saya rasakan. Karena, kok sepertinya ada yang mendikotomikan antara seorang “aktivis” dan “pasivis” (atau pasiva? Seperti istilah dalam akuntansi?). Namun, meski begitu saya sering mendengar perkataan tentang dakwah ini, karena saya telah diberi nikmat untuk dapat bergaul dengan para aktivis dakwah. Dan hari ini saya akan membagikan beberapa ingatan saya mengenai dakwah itu sendiri.

Prolog
                Dakwah secara bahasa dapat diartikan sebagai seruan, ajakan, atau panggilan sebagaimana terdapat pada Surah Al-Fushilat (ayat 33-34). Sedangkan menurut para ahli, contohnya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (Mazhab Hanabilah);

Senin, 01 Juni 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,

Suasana pendaftaran ulang di Sasana Budaya Ganesha



                Setelah tulisan sebelumnya tentang “Jalan Saya Menuju Kampus Gajah Duduk”, maka inilah cerita saya tentang “Pengalaman Awal di Tanah Rantau Pertama” (Peringatan, cerita ini panjang sekali);

                Saat itu, akhirnya tiba di masa yang bernama daftar ulang. Sengaja waktunya disamakan dengan waktu SNMPTN Tulis. Tujuannya biar tidak ada orang yang iseng-iseng mencoba jatah kursi orang lain. Saya pikir, ini bijaksana. Dan saya pun tidak setolol itu untuk melepas jatah kursi saya di FTMD. Dan, masalah muncul karena saya tak punya satu pun saudara di Bandung. Sehingga, setelah bergerilya ke sana kemari, saya dapat tumpangan di rumah dinas bapaknya Faris—dia anak SBM. Kebaikan anak ini pada saya tidak akan sanggup saya balas sampai kapan pun, FYI.