Sabtu, 06 September 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,


Bismillah,

Sudah lama sekali sejak saya mem-posting salah satu genre terbaik saya: serial halaqah. Yah, maklumi saja karena terkadang ada hal-hal yang membuat saya bolos tidak sempat menuliskannya di blog. Sehingga, semakin menumpuk dan menumpuk dan akhirnya menjadi lebih malas lagi hehe.

Baik, sekarang biarkan saya memulai kembali kebiasaan baik tersebut. Kali ini halaqah bertema mengenai hikmah yang ada dalam hadits berikut:

Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memegang kedua pundakku lalu bersabda, "Jadilah engkau hidup di dunia seperti orang asing atau musafir (orang yang bepergian)." Lalu Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhu menyatakan, "Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu hingga pagi hari. Dan apabila engkau berada di pagi hari maka janganlah menunggu hingga sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu." (HR. Al-Bukhariy no.6416)

Kamis, 04 September 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,
"Eh Pak, uang jajan adek kurang nih. Gimana kalo tv yang ada di ruang keluarga itu DIJUAL aja?

Eh2, laptop bapak kayaknya di rumah juga cuma nganggur, dipakainya di kantor doang, JUAL aja yah?

 

Eh iya Bu, kan panci presto yang ada di dapur itu juga jarang dipake, JUAL juga aja ya?

 

Eh kakak kakak, sepeda motornya ngabisin bensin tuh, JUAL aja ya?"

Rabu, 03 September 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,


                Tersebutlah pada suatu masa, terdapat seorang pria yang begitu cemerlang, setidaknya untuk ukuran masa itu. Di mana ukuran prestasi adalah seberapa luas tanah yang kau kuasai, berapa banyak negeri yang kau taklukkan, jumlah pasukan yang tunduk padamu, dan banyaknya manusia yang gemetar bahkan ketika mereka baru mendengar rencanamu untuk menguasai jajahan baru.

                Maka ia pun mulai membangun suatu ikatan kuat dengan orang-orang yang ia proyeksikan untuk menjadi jenderalnya. Mulai menempa mental orang-orang yang ia inginkan sebagai pengikut. Dan visinya seolah didukung semesta untuk terwujud. Dan terciptalah sebuah angkatan perang yang terkenal dengan taktiknya yang bisa disebut “Super Blitkrieg”. Hal ini karena kecepatan mereka dalam memobilisasi pasukan berkudanya lebih cepat daripada pasukan panzer Der Fuhrer NAZI. Ada yang bilang sampai tiga kali lipatnya, dan suplai logistic yang terencana dengan mengambil sumber dari daerah yang telah ditaklukkan (hal ini sangat mungkin terjadi karena waktu itu belum ada angkatan udara yang memungkinkan serbuan jauh ke jalur belakang lawan untuk memotong konvoi logistik).

Kamis, 28 Agustus 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under :
Beberapa hari terakhir ini horor musiman bagi rakyat Indonesia mulai lagi episodenya dengan alur skenario yang sama setiap masanya: BBM mau dinaikkan, ramai, BBM jadi langka, ramai, BBM dinaikkan, ramai, lalu sepi (Atau pecahkan saja gelasnya biar ramai?). Seolah tak terjadi apa-apa. Bahkan dua hari yang lalu di salah satu SPBU di Kota Bandung antrian sepeda motor mencapai 4 lajur. Ya sudah, demi waktu tidur yang berharga saya putuskan untuk pulang saja dan berharap tidak perlu membeli BBM campuran: campur dorong :v




Mirip banget sama yang di Ujung Berung pren!

Minggu, 24 Agustus 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,


                Ah, selalu sulit memang mencari kalimat pembuka setiap kali Anda ingin menulis, bukan? Nah, itulah yang sekarang sedang terjadi pada saya. Bahkan lebih berat lagi adalah merealisasikan ide dan niat untuk menulis. Namun cita-cita untuk mendokumentasikan setiap perjalanan dan petualangan yang telah saya lakukan sungguh menggoda bagian-diri-saya-yang-rajin untuk bersegera menuliskannya sebelum semakin tenggelam dalam tumpukan ide-ide aneh nan koplak di kepala. Jadi, apa yang ingin saya bagi?

                Saya ingin membagi perjalanan yang diinspirasi oleh obsesi saya pada ketinggian—salah satu dari dua fobia saya adalah ketinggian sehingga saya sangat berhasrat untuk menaklukkannya, bersama dengan claustrophobia—dalam Agustus ceria kemarin. Tiga puncak yang memberi rasa yang berbeda, di tiga provinsi yang berbeda. Dan meskipun salah satunya memang cukup tinggi, menurut saya tetap tidak akan mampu mengalahkan beratnya pendakian saya ke Gunung Bukit Tunggul (Namanya emang bukit, tapi isi perjalanannya yang tak terkira hahaha).

Sabtu, 16 Agustus 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under :
Buletin ini memang sudah dipesan untuk memperingati hari kemerdekaan sob :)
Semoga dapat membuat pikiran kita terbuka, betapa kerennya SDM negeri ini.


Masih ada satu artikel lain yang bisa Anda baca, silahkan mengunduhnya di http://goo.gl/0JR9sf.





Dan jangan lupa untuk memberikan jempol pada fanpage kami di https://www.facebook.com/MechanicalExpressMagazine.

Kritik dan saran yang membangun bisa Anda berikan di sini maupun langsung ke fanpage-nya :)

Heri I. W.
13111070

Minggu, 10 Agustus 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,


                Setelah menulis sesuatu yang saya pikir cukup bermanfaat, hari ini saya ingin menulis sesuatu yang sangat mungkin akan mengundang cerca. Sebuah tulisan yang termotivasi oleh “pertengkaran” saya pada orang-orang yang terlalu bahagia karena sudah berpasangan dan mereka yang terlalu mengemis pasangan. Selain itu juga dikatalis oleh tayangan ‘Golden Ways: Jones atau Marnes? (Jomblo Ngenes atau Married Ngenes?)’.

                Jadi akhir-akhir ini, karena hidup di rumah orang tua praktis kesibukan saya pun mau tidak mau turun. Bahkan untuk urusan makan yang dulu perlu usaha kini tinggal ke dapur dan membuka tudung saji. Menurunnya kesibukan biasanya akan berbanding lurus pada dua hal: jika bukan panjang angan-angan maka kemampuan mengurusi orang lain. Nah, karena yang pertama saya sudah tahu obatnya, jadilah saya kena yang kedua. Dulu-dulu juga sudah sering mengurusi sih, hanya sekarang bertambah lebih suram. Bahkan sudah sampai pada tataran sarkasme. Yap, apalagi jika bukan urusan orang-orang “pemuja” pernikahan (tuh kan, sinisme-nya mulai lagi -_-).

                Nah, mau dimulai darimana ya?