Minggu, 24 Agustus 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,


                Ah, selalu sulit memang mencari kalimat pembuka setiap kali Anda ingin menulis, bukan? Nah, itulah yang sekarang sedang terjadi pada saya. Bahkan lebih berat lagi adalah merealisasikan ide dan niat untuk menulis. Namun cita-cita untuk mendokumentasikan setiap perjalanan dan petualangan yang telah saya lakukan sungguh menggoda bagian-diri-saya-yang-rajin untuk bersegera menuliskannya sebelum semakin tenggelam dalam tumpukan ide-ide aneh nan koplak di kepala. Jadi, apa yang ingin saya bagi?

                Saya ingin membagi perjalanan yang diinspirasi oleh obsesi saya pada ketinggian—salah satu dari dua fobia saya adalah ketinggian sehingga saya sangat berhasrat untuk menaklukkannya, bersama dengan claustrophobia—dalam Agustus ceria kemarin. Tiga puncak yang memberi rasa yang berbeda, di tiga provinsi yang berbeda. Dan meskipun salah satunya memang cukup tinggi, menurut saya tetap tidak akan mampu mengalahkan beratnya pendakian saya ke Gunung Bukit Tunggul (Namanya emang bukit, tapi isi perjalanannya yang tak terkira hahaha).

Sabtu, 16 Agustus 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under :
Buletin ini memang sudah dipesan untuk memperingati hari kemerdekaan sob :)
Semoga dapat membuat pikiran kita terbuka, betapa kerennya SDM negeri ini.


Masih ada satu artikel lain yang bisa Anda baca, silahkan mengunduhnya di http://goo.gl/0JR9sf.





Dan jangan lupa untuk memberikan jempol pada fanpage kami di https://www.facebook.com/MechanicalExpressMagazine.

Kritik dan saran yang membangun bisa Anda berikan di sini maupun langsung ke fanpage-nya :)

Heri I. W.
13111070

Minggu, 10 Agustus 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,


                Setelah menulis sesuatu yang saya pikir cukup bermanfaat, hari ini saya ingin menulis sesuatu yang sangat mungkin akan mengundang cerca. Sebuah tulisan yang termotivasi oleh “pertengkaran” saya pada orang-orang yang terlalu bahagia karena sudah berpasangan dan mereka yang terlalu mengemis pasangan. Selain itu juga dikatalis oleh tayangan ‘Golden Ways: Jones atau Marnes? (Jomblo Ngenes atau Married Ngenes?)’.

                Jadi akhir-akhir ini, karena hidup di rumah orang tua praktis kesibukan saya pun mau tidak mau turun. Bahkan untuk urusan makan yang dulu perlu usaha kini tinggal ke dapur dan membuka tudung saji. Menurunnya kesibukan biasanya akan berbanding lurus pada dua hal: jika bukan panjang angan-angan maka kemampuan mengurusi orang lain. Nah, karena yang pertama saya sudah tahu obatnya, jadilah saya kena yang kedua. Dulu-dulu juga sudah sering mengurusi sih, hanya sekarang bertambah lebih suram. Bahkan sudah sampai pada tataran sarkasme. Yap, apalagi jika bukan urusan orang-orang “pemuja” pernikahan (tuh kan, sinisme-nya mulai lagi -_-).

                Nah, mau dimulai darimana ya?

Sabtu, 09 Agustus 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,
             


             Hari ini saya ingin sedikit berbagi, bercerita sedikit dengan gaya bahasa yang lebih menggurui. Yaaah, mungkin gara-gara keseringan baca hipwee.com  menjadikan saya tertantang untuk menuliskan hal berikut: Lima Tipe Manusia Dalam Memperlakukan Waktu.

                Oh ya, untuk lebih menyamakan cara memandang maka saya saya mendefinisikan yang bermanfaat dengan dua cara. Secara umum, sesuatu saya bilang bermanfaat jika itu diakui secara syar’i. Namun, karena tulisan ini ingin saya bagi secara universal, apapun keyakinan Anda maka ada pengertian khususnya:
Semua hal yang mendekatkanmu pada visi yang telah kau rancang!

                Maka, jika visi Anda beririsan bahkan identic dengan pengertian umumnya, saya ucapkan selamat terlebih dahulu :)

Jadi, inilah pembagian saya:



1.       Orang Yang Produktif Dalam Melakukan Hal Yang Bermanfaat

Produktif artinya dia orang yang efektif dan efisien, atau dalam bahasa ekonominya mirip dengan kalimat:

Dengan input sekecil mungkin, didapatkan output sebesar mungkin.

Dalam bahasan kita, maka yang saya maksud input adalah waktu sedangkan output-nya adalah apa yang ia hasilkan. Nah, artinya orang tipe pertama ini adalah mereka yang bisa memanfaatkan waktunya seoptimal mungkin untuk melakukan sebuah kebaikan. Sebuah pekerjaan yang bermanfaat.

Senin, 04 Agustus 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,


                Beberapa malam yang lalu saya menjanjikan adik  saya sesuatu agar  dia mau mengerjakan PR-nya: cerita horror nanti malam. Dan karena saya habis baca-baca jangan suka bohong sama anak kecil—adik saya udah gede sih—akhirnya malam harinya saat Bapak dan Ibu sudah sare saya tepati janji itu. Di ruang tamu, gelap, dan bercerita sambil memandangi jalanan depan rumah. Adik saya di lantai dengan guling dan selimut, saya mlungker di atas kursi. Lalu, perasaan itu muncul…

                Perasaan bahwa saya nyaman di kondisi ini. Saya tak ingin menjadi lebih tua lagi. Saya ingin selalu di usia 21 tahun dan adik saya 11 tahun, di mana permasalahan-permasalahan yang ada begitu sederhana. Lebih tepatnya, saya takut tentang harus menjaga adik saya nantinya. Kalau masih kecil—kurang dari 11 tahun misal—kan urusannya tinggal masalah jangan beli es di pinggir jalan.

                Namun lalu saya berpikir, benarkah perubahan demikian menakutkan?

Masa Lalu, Sekilas Tentangnya

                Pernahkah kita mencoba untuk sedikit mengulik masa lalu kita? Buat saya sendiri, terkadang ada saat-saat di mana mencoba menengok ke belakang. Melihat bagaimana saya saat itu, dan tindakan-tindakan apa yang saya lakukan ketika menghadapi suatu masalah. Lalu terpikir, seandainya saya yang sekarang kembali ke masa lalu apakah saya akan melakukan hal yang sama?

Kamis, 24 Juli 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under :


Sebuah tujuan memang benar dapat dicapai dengan berbagai jalan. Tapi yakinkah bahwa jalan yang ditempuh akan mengantarkan?

Kemudian ditempuhlah beberapa jalan yang ada perbedaan. Tidakkah ada kewajiban untuk saling menasehati dalam kerangka bangunan seiman?

Dan saat menempuh suatu jalan dan mungkin berbeda dalam arahan. Tidakkah seharusnya tetap bersepakat pada satu keinginan dan tujuan?

Mungkin bahwa pilihan berbeda jalan karena beda dalam memaknai kemenangan. Tak mengapa, namun apakah itu harus memutus persaudaraan?

Selasa, 22 Juli 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under :

Apakah makna selalu dapat terlukiskan dalam kata?

Ketika bahkan pemahaman tak dimiliki yang merasa

Lalu semua sekedar bisik dalam heningnya kala

Dan kita pun membisu pada saat berjumpa

Maka aku pun bertanya, mengapa?