Jumat, 29 Juni 2012

Posted by Heri I. Wibowo | File under :

"ORANG seperti dia, tidak dapat tanpa diketahui dibiarkan begitu saja. Dia harus diincar sebagai calon pemimpin Islam. Jika dia menggabungkan diri dengan kaum Muslimin dalam peperangan melawan orang-orang kafir, kita harus mengangkatnya kedalam golongan pemimpin," demikian keterangan Nabi ketika berbicara tentang Khalid sebelum calon pahlawan ini masuk Islam.

Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Banu Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk diantara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.

Rabu, 27 Juni 2012

Posted by Heri I. Wibowo | File under :
               

                Pukul 06.30. Suasana kota Bandung di pagi hari, dengan segala kesibukannya yang mulai menggeliat kulihat dari balik jendela bus Nusantara ini. Kesibukan alami yang membuatku merenung, dan mulai merasakan dinginnya AC yang menusuk. Namun tidak sedingin perjuanganku mencapai pool dengan ngebut naik sepeda motor jam lima pagi menyusuri jalanan Kota Kembang demi mengejar bus yang kini kutumpangi
Posted by Heri I. Wibowo | File under :

Rinduku ini
Rindu yang tak lekang oleh hari
Menggelayuti hati
Meski  telah berusaha untuk tak dirasai
Karena aku di sini
Katanya sedang menempa diri
Untuk menjadi lelaki sejati

Namun, salahkah aku
Jika aku merindukanmu?
 

Sebuah rindu
Pada wanita itu
Yang terus saja selalu
Membayang dihadapanku
Ketika jaga maupun pejam mataku

Sungguh beberapa saat
Aku coba berharap
Bahwa pertemuan itu akan terjadi
Tak lama lagi

Dan kini aku
Dalam perjalanan menjumpainya
Merenungi setiap arti
Untuk apa semua ini

Lalu aku tergugu
Bertanya tentang syari'at-Mu
Bolehkah kusungkurkan wajahku?
Demi menciumnya,
mencium kaki Ibuku...


 Note: tertulis dalam lembaran hati ketika perjalanan ke kota asal :)

Rabu, 20 Juni 2012

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,
               
                Wah, rangkaian kegiatan di hari-hari terakhir ini sungguh menguras seluruh sumber dayaku. Baik itu soal energy fisik, pikiran, sampai urusan dompet hehe. Namun, banyak juga yang kudapatkan dan semua itu bagiku kuanggap suatu perniagan yang cukup menguntungkan.  Mulai dari Reuni PD ITB, diklat OSKM 2012, persiapan UKT PD Bandung, hingga tekanan (batin? :P) atas isu-isu yang beredar seputar osjur. Yaah, curhat sedikit tak apa kan? :)

                Namun kemarin aku mendapat beberapa pencerahan lagi. Tepatnya pada hari Selasa, 19 Juni kemarin:

Saat itu latihan PD di PT Nurtanio Turbin dan Propulsi bersama seorang pendekar. Latihan pernapasan dikit-dikit lah ya hehe. Sebuah latihan yang sebenarnya tidak seperti latihan beladiri pada umumnya karena kami hanya diajari 6 macam gerak yang diulang-ulang. Tetapi, karena titelnya ini latihan pernapasan, capeknya seperti lari keliling Saraga 8 kali, bahkan lebih haha. Apalagi ditambah tempat latihan yang indoor dengan ventilasi yang sengaja dibuat minim.
Posted by Heri I. Wibowo | File under :
"Aku takut jatuh hati. Karena hanya memberi angan kosong ketika seorang lelaki tak dapat mempertanggungjawabkan rasa cintanya."

Senin, 18 Juni 2012

Posted by Heri I. Wibowo | File under :
"Orang-orang itu telah melupakan bahwa belajar tidaklah melulu untuk mengejar dan pembuktian sesuatu, namun belajar itu sendiri adalah perayaan dan penghargaan pada diri sendiri."

Andrea Hirata dalam Dwilogi "Padang Bulan"

Senin, 11 Juni 2012

Posted by Heri I. Wibowo | File under :
"Cintaku bukan tentang kata-kata indah nan puitis yang kusampaikan dihadapan orang-orang yang kucintai. Namun mengenai tindakan apa yang harus kulakukan untuk mereka."

Rabu, 06 Juni 2012

Posted by Heri I. Wibowo | File under :
 KEBIJAKAN UMAR

http://2.bp.blogspot.com/-hs4utKdfwv4/TaW0ykHki8I/AAAAAAAAA_U/7LVBE1h1qcg/s400/Umar_Bin_Al_Khattab.jpg
Cover Bukunya
              

          Ternyata Umar tak hanya tegas dan keras saja, namun dia juga seorang negarawan yang kebijakannya benar-benar bijak. Bukan kebijakan yang sekedar nama seperti banyak pemerintahan sekarang sebutkan. Setiap aturan yang dia keluarkan benar-benar demi kemaslahatan rakyat yang dia cintai dan hormati.

                Kisah pertama ketika Khalifah melakukan kegiatan rutinnya, meronda keadaan Kota Madinah. Tanpa disengaja dia melewati rumah seorang perempuan yang pintunya tertutup. Perempuan iu sedang menyenandungkan syair. Sebuh syair yang menggambarkan kerinduannya pada suaminya dan keteguhan jiwanya  untuk tetap menjaga kehormatan seorang diri. 
Posted by Heri I. Wibowo | File under :

KITA SATU DAN BERSAUDARA


Satu adalah suatu kata yang sebenarnya dapat kita maknai dengan banyak arti, satu terkadang melambangkan nilai, angka, tempat kedudukan, prestisi, kesatuan, kerukunan atau bahkan yang terkadang dimaknai sebagai jumlah (jumlah istri ya??wkwkwk ). Sedangkan saudara, adalah orang yag yang hendaknya kita sayangi, kita jaga dan kita cintai dengan penuh kasih dan  sayang, (ngomong-ngomong, dari edisi pertama kok ngomongin sayang2an mulu ya?? -_-). Yaudah deh daripada berlama-lama cinta2annya, mari kita kaji makna ikatan persaudaraan menurut pemahaman dan point of view yang benar yakni menurut agama Allah (Islam).

1. Makna Persaudaraan Islam (Ukhuwah Islamiyyah).
Dalam Islam, semua muslim adalah saudara, Allah berfirman:
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.” (QS Al Hujurat [49]: 10)
Rasulullah saw bersabda:
"Dan jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara”. (HR. al-Bukhari, Abu Daud, at-Tirmidzi, Malik)

Sehingga, tiada keraguan lagi bahwa semua mukmin, muslim, yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat dengan ikhlas serta tidak membatalkannya, maka mereka adalah saudara satu sama lain. Tidak boleh bagi mereka untuk memutus ikatan persaudaraan/silaturrahmi ini.

2. Ikatan Iman adalah Ikatan Terkuat
Setelah kita mengerti makna & urgensi dari ikatan persaudaraan Islam, sekarang mari kita mengkaji perbandingan ikatan Islam dengan ikatan di luar Islam. Untuk itu, mari kita merujuk pada hadits berikut.
Rasulullah bersabda:
"Ikatan iman yang paling kuat adalah: loyalitas karena Allah dan saling memusuhi karena Allah , cinta karena Allah dan benci karena Allah ”. (Shahih al-Jami' 2539)

Rasulullah juga bersabda tentang keutamaan ikatan persaudaraan Islam:
"Akan tetapi persaudaraan Islam lebih utama”. (Dari beberapa riwayat al-Bukhari (Jami' al-Ushul 8/589 no. 6408))

Lalu bagaimana dengan ikatan selain ikatan persaudaraan Islam?
Rasulullah saw bersabda:

“Tidaklah termasuk golongan kami barangsiapa yang menyeru kepada ashobiyyah (fanatisme golongan). Dan tidaklah termasuk golongan kami barangsiapa yang berperang atas dasar ashobiyyah. Dan tidaklah termasuk golongan kami barangsiapa yang terbunuh atas nama ashobiyyah.” (HR Abu Dawud 4456)

Rasulullah telah menjelaskan bahwa bukanlah umat beliau, siapa saja yang menyeru, berjuang, atau mati atas dasar Ashobiyyah yakni fanatik (ta’ashub) golongan, suku, ras, bangsa, nasab/kekeluargaan, serta ikatan lain di luar ikatan Iman dan Islam.

Nabi Nuh telah berlepas diri dari putranya yang kafir kepada Allah meskipun ada hubungan nasab. Nabi Ibrahim telah berlepas diri dari bapaknya yang kafir kepada Allah meskipun ada hubungan nasab. Serta Nabi Muhammad diutus bukan untuk menyeru/memperjuangkan urusan bangsa Arab, bukan memperjuangkan kepentingan suku/kabilah Quraisy, namun untuk menyeru/memperjuangkan agama Allah, agama yang Para Nabi dan Rasul diutus karenanya, yakni agama Islam dengan ikatan Tauhid dan Iman.

3. Dahulukan dan utamakan ikatan Iman

Dalam berbagai kesempatan, telah dijumpai bagaimana ikatan Iman dan Islam, ikatan yang berasal langsung dari Yang Menciptakan dan Merajai Manusia, “dikesampingkan” atas nama SARA (Suku, Agama, dan Ras). Hal ini sungguh menyedihkan dan sangat disesalkan. Ikatan yang mulia ini “dilepas sejenak” ketika berada dalam organisasi atau perkumpulan di luar Islam dengan alasan demi menjaga keutuhan ikatan/persaudaraan organisasi itu serta menganggap agama (Islam) berpotensi memecah – belah ikatan organisasi itu. Seakan – akan ikatan Islam, ikatan yang dapat menuntun ke surga dan mencegah dari gejolak api neraka ini, dianggap remeh, tidak ada manfaatnya, yang bisa dikalahkan oleh ikatan organisasi itu. Padahal ikatan organisasi tersebut hanyalah ikatan yang lemah, fana’, yang tidak ada artinya di sisi Allah, yang tidak akan menolong, membela dan memberikan hujjah saat kita “disidang” oleh Pengadilan Allah Yang Maha Agung. Namun, kebanyakan orang tidak mengetahuinya.

Padahal Allah telah memperingatkan:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali[1] dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?” (QS An Nisaa’ [4]: 144)

[1] Wali jamaknya auliyaa berarti teman akrab, pemimpin, pelindung atau penolong.
Penjelasan yang sama juga terdapat di QS Ali Imraan [3] ayat 28.

Namun, yang perlu dicatat, ikatan Islam tidak menutup adanya toleransi, seperti yang dicontohkan para Khalifah Islam yang mampu menjaga toleransi antara muslim dengan non muslim yang tinggal dan patuh pada aturan di wilayah Kekhalifahan (non muslim seperti ini disebut kafir dzimmi). Tetapi, toleransi juga ada batasnya. Tidak serta merta dengan alasan toleransi dan isu SARA, ikatan dan aqidah Islam menjadi dilemahkan dan dikesampingkan.

4. Penutup
Allah berfirman:
“Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka (kaum) itulah orang-orang yang dalam hatinya telah Ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah Menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu Dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah Ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah hizbullah (golongan Allah). Ingatlah, sesungguhnya hizbullah (golongan Allah) itulah yang beruntung.” (QS Al Mujadalah [58]: 22)
Untuk itu kepada muslim FTMD 2011 khususnya serta kepada muslim lain pada umumnya, kami katakan “BIN (Brother In imaN)”. Untuk itu, mari mengucapkan salam “assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh (semoga keselamatan, rahmat dan barakah Allah terlimpahkan kepadamu)” kepada sesama muslim.
Yang benar hanya dari Allah, sedangkan yang salah dari kami dan bisikan syaithan. (IMAM ’11)


Senin, 04 Juni 2012

Posted by Heri I. Wibowo | File under :
KEADILAN UMAR

Setelah pada tulisanku yang  sebelumnya mengulas betapa sederhananya Khalifah Umar, kini akan kubagikan sedikit kisah tentang betapa keadilan telah menjadi ciri khas pemerintahannya. Di mana semua orang dianggap setara, yang membedakan hanya baik buruknya tingkah laku orang tersebut. 

Umar pula yang menerapkan suatu aturan yang bilamana aturan tersebut diterapkan di suatu negeri, niscaya rakya akan cinta pada para pemimpinnya. Ketika seorang calon pegawai akan diangkat untuk suatu jabatan, harta yang dimilikinya dihitung dulu. Jika hartanya setelah menjabat bertambah secara tidak wajar, harta yang bersangkutan akan di bagi dua. Separuh di serahkan pada baitul mal(kas negara) dan separuh diserahkan pada pemiliknya. Dan aturan ini pun dijadikan undang-undang resmi yang disebarkan ke seluruh negeri taklukannya. Sehingga rakyat yang dulu dicekik pajak memberatkan dari kerajan Romawi dan Persia menjadi bahagia melihat kejujuran, kesederhanaan, dan keadilan pemimpinnya.

Minggu, 03 Juni 2012

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,
                Kalkulus. Terdengar keren bukan? Tapi mungkin kau akan berpikir ulang tentangnya jika waktu UTS tinggal seminggu padahal masih ada 4 Bab yang belum kau mengerti dari si Cantik ini hehehe(malah curhat). Apalagi jika anak Aero yang kalkulusnya udah gak bisa di gambar di sumbu kartesian. Yaaah, baru denger dari senior sih betapa menantangnya kalkulus.

                Nah, sekarang aku ingin berbagi apa yang aku dapat darinya yang MUNGKIN belum sempat terpikirkan oleh teman-teman. Dan aku tidak melihat yang paling cocok sekaligus mudah sebagai pengandaian selain INTEGRAL. Santai, belum yang lipat-lipat kok haha. 

                Kita mulai dulu dari,”Apa itu integral?” Jawabku,” Integral adalah kebalikan dari diferensial”. “Lalu, apa itu diferensial?” Kujawab seperti ini,” Diferensial adalah kebalikan dari integral :P”
Posted by Heri I. Wibowo | File under :

                Siapa tak kenal Umar bin Al Khattab? Wah, ada yang belum kenal? Nih aku kasih link ke Bang Wiki biar paling tau sedikit tentang diri beliau yang mulia. Dalam sepuluh tahun pemerintahannya, Madinah menjelma menjadi pusat negara terbesar pada jamannya. Kaum muslimin berhimpun berhimpun dalam satu kesatuan umat yang mewujud dalam kemakmuran di bawah payung keadilannya yang tanpa pandang bulu.

                Umar pulalah khalifah pertama yang menyandang gelar Amirul Mukminin. Dia juga yang menjadi awal dalam sejarah di bidang pemisahan lemba peradilan dengan  lembaga pemerintahan(yudikatif dan eksekutif). Setiap malam beliau meronda keadaan rakyat dalam jangkauannya demi melihat keadaan mereka secara langsung meski siang harinya pun dia habiskan untuk melayani mereka. Hingga Ali bin Abi Thalib suatu saat pernah berkata,” Manusia terbaik setelah Rasulullah adalah Abu Bakar dan Umar”. Dan Umar pun membalasnya dengan ucapan,” Ali adalah Hakim bagi kita”. Demikianlah, keakraban mereka sebagai sahabat tak terbantahkan lagi tidak seperti klaim suatu kaum bahwa Abu Bakar dan Umar bin Khattab telah merebut kekhilafahan dari tangan Ali.