Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Oktober 2019

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,
Image result for broken heart



Assalamu’alaikum.

               Ini adalah tulisan saya sejak, yah, mungkin setahun yang lalu. Tulisan kali ini mungkin akan terasa sedikit serius, tidak seperti biasanya yang penuh candaan. Dan saya akan memulai kisah ini dengan cerita seorang pria paripurna. Manusia paling baik yang pernah menginjakkan kaki di dunia ini. Seorang ayah yang tanpa cela: Kanjeng Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam.

                Ibrahim, putra beliau, saat itu berusia antara 16-18 bulan. Apabila beliau selesai menerima para utusan, mengurus masalah-masalah kaum Muslimin, menunaikan kewajiban kepada Allah serta hak kewajiban seluruh keluarganya, beliau selalu melihat Ibrahim dan mengawasi pertumbuhannya.

Senin, 26 Maret 2018

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,
                Cikarang hari ini masih seperti biasanya, panas agak kering berangin, serupa dengan tempat saya menghabiskan 15 tahun hidup saya—Semarang. Namun malam ini agak mendingan, karena musim pancaroba masih sanggup menjadikan uap air yang seadanya ini berkondensasi (Halah, ngomong aja gerimis sok-sok an puitis ya). Hingga gerah sedikit terobati oleh hembusan angin dingin yang sepoi-sepoi. Tetapi tetap, tak bisa menggantikan nyamannya Bandung yang mengisi 4 tahun hidup saya, cieeeeh.

                Lama tidak menulis, sepertinya saya perlu merenggangkan jari-jemari dan otak untuk merangkai sebuah cerita. Ditambah lagi ada permintaan dari wanita yang paling saya cintai setelah ibu saya. Katanya, sebelum menggenapi tulang rusuk saya dia sudah suka membaca dongengan di blog ini. Meski isinya campur aduk dari urusan test pack sampai demokrasi, dari tugas Teknik Mesin sampai cerita cebok pakai uang kertas hahaha. Nah sekarang, “Kok sepi?” begitu katanya. Ya terang saja sepi, dulu jaman kuliah itu lowong banget waktunya. Lha sekarang kan sudah mencari nafkah, ya makin lowong waktunya #eh. Cuma makin malas saja hahahaha.

Minggu, 05 Juni 2016

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,


Baca Part 1 di sini.

          Kekhawatiran-kekhawatiran ini sungguh membuat malas bangun di pagi hari. Karena bagi saya, seringkali semua hal tersebut hilang lalu muncul kembali. Dan saat paling pasti bahwa ia akan hilang hanyalah di saat tidur.

            Itulah masalahnya. Sekarang, mari berbicang mengenai kemungkinan penyebab dan solusinya.

1. Kurang Bersyukur

            Ya, di dalam kitab suci telah diterangkan mengenai rumus bahwa jika kita bersyukur maka akan ditambahkan nikmat kita. Setidaknya, nikmat itu dapat berupa ketenangan. Urusan konkritnya begini. Alih-alih kita menyesali masa kini yang tak seindah masa lalu, mengapa kita tidak mengubah paradigma kita?

Indah bukan? ;)
            Alih-alih berpikir tentang indahnya kenangan dan ingin kembali, mengapa tidak bersyukur bahwa dalam posisi sebagai hamba yang penuh dosa ini Tuhan masih Berkenan Memberikan kita sepotong kehidupan yang indah?

            Alih-alih berpikir bahwa masa dewasa sungguh menakutkan, mengapa kita tidak bersyukur bahwa telah diberikan kesempatan untuk menjadi lebih dewasa setiap harinya? Dihadapkan pada tantangan yang akan menandakan kita naik kelas?

Jumat, 29 Januari 2016

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , , ,


Tentu Anda ingat bukan mengenai tulisan nyinyir yang menyindir seseorang yang dengan gigih menawar dagangan di pasar? Yang dengan sikap sok tahu dan sok sosialis itu menghakimi bahwa menawar di pasar adalah sifat para kapitalis. Jika belum, maka silahkan baca di sini.
Sudah dibaca kan? Lihatlah, apa orang itu kurang kerjaan bahkan sampai harus mengomentari kami yang lagi berdagang? Yang beli bukan bukan kalian, yang jual bukan kalian, bahkan kalian mungkin tidak melihat ketika SAYA menawar, kok Anda yang repot? Kalau kata Alm. Gus Dur,”Gitu aja kok repot?”
Berikut adalah alasan mengapa kalian tak perlu mengomentari kami, bahkan saya akan sadarkan kalian bahwa kalian itu salah!
1. Kalau kalian tak pandai menawar, jangan iri
            Kalian tahu apa itu lobbying? Oh, tidak tahu? Lobbying adalah kemampuan kita untuk melobi orang, memengaruhinya. Hal itu akan sangat berguna, apalagi jika Anda hidup di dunia yang kompetitif seperti sekarang.

Sabtu, 26 Desember 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , , ,


            Bismillah,
            Hari ini saya ingin berbagi mengenai khutbah jum’at kemarin. Temanya adalah “Pendidikan Anak Menurut Islam”. Namun dalam penceritaan ini, sebenarnya khutbah tersebut “hanya” menginspirasi saya, sedangkan pengembangannya tetap menurut sudut pandang saya. Jadi jika ada kebenaran maka pasti ada andil dari khutbah tersebut, sedangkan jika ada kesalahan dalam pengembangan itu murni kesalahan saya.
            Khatib memulai dengan bercerita bahwa anak merupakan cobaan, perhiasan dunia, penyejuk namun suatu saat dapat menjadi musuh (pembahasan mengenai ‘Kedudukan Anak Dalam Al Qur’an tidak saya bahas dulu). Lalu beliau mulai menceritakan betapa banyak orang yang salah kaprah dalam mendidik anak. Entah karena terlalu sayang atau terlalu keras.
            Sebagai contoh yang paling mudah (ini penulis alami sendiri), ketika pulang sekolah maka akan selalu ditanya
1. “Sudah makan belum?”
2. “Jajan apa aja tadi? Nggak jajan sembarangan kan?”
3. “Gimana ulangannya matematikanya? Bisa? Perlu les matematika tidak?”
4.  “Ada yang nakal tidak di sekolah?”

Sabtu, 17 Oktober 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,



 
Suatu pagi, Jeruk hendak berjalan-jalan. Namun dilihatnya cuaca muram dan terkesan agak mendung. Oleh karenanya Jeruk pun kembali masuk ke rumah dan meneruskan kegiatan kesukaannya: TIDUR.

Sekira jam sepuluh, Jeruk mulai lapar. Berjalanlah ia ke dapur dan bermaksud membuat sandwich telur (laper kakaaaaa!). Dia pun kembali uring-uringan, demi melihat roti yang belum dibakarnya telah menjadi gosong. Lalu dibukanya magic com, eh nasinya pun juga termasak menjadi gosong. Payah semuanya, payah! Maka jadilah hari tersebut ia sangat murung. Ia pun kembali ke kamarnya, untuk melakukan kegiatan yang menjadi hobinya: bersantai…

Senin, 05 Oktober 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,



            Beberapa waktu yang lalu saya pernah melakukan wawancara kerja dengan suatu lembaga bimbingan belajar. Yah, itung-itung buat mengisi waktu luang dan menyambung hidup dari hari ke hari. Pada wawancara tersebut, ada satu hal yang tiba-tiba tercetus. Karena suasananya santai, saya pun bisa seenaknya menjawab hehe.

Q         : Ceritakan secara singkat tentang diri Anda.

H         : Saya adalah orang yang pragmatis.

            Tentu Bapak tersebut sangat terkejut. Dalam pikiran beliau (saya tebak), orang yang pragmatis adalah orang yang culas. Orang yang hanya memikirkan untung rugi saja. Menilai segala hal hanya dengan ukuran apa untungnya bagi saya, apa ruginya bagi saya.

Kamis, 20 Agustus 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,


            Hari ini saya akan bercerita mengenai apa yang saya dapat berdasarkan ingatan saya yang lemah dan catatan yang payah—semoga Allah Menambah kebaikan ingatan dan catatan saya. Yaitu mengenai hikmah Surah Asy-Syura ayat 13, terjemahannya kurang lebih begini:


“Dia (Allah) telah Mensyariatkan kepadamu agama yang telah Diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami Wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami Wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan ‘Isa, yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah Memilih orang yang Dia Kehendaki kepada agama tauhid dan Memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya).” (QS 42: 13).


Jumat, 17 Juli 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,


Tadinya saya ingin berbagi cerita tentang saya yang masih mengetik TA padahal malam takbiran dan kisah lebaran saya di tanah rantau. Bagaimana kadang keisengan itu harus dibayar dengan kesepian #ceileeeeh. Yah, sepertinya cerita tentang ini harus menunggu beberapa waktu lagi. Sekarang, saya akan bercerita tentang debat saya.

Ya, bukannya makan-makan sampai puas (tadi udah makan-makan sih, tapi belum puas haha), saya justru meladeni debat orang di line tentang Idul Fitri di Tolitoli. Debat pun melebar hingga ke urusan toleransi. Kasusnya diawali dengan saya yang membagikan maklumat ini:





Nah, ini awal komen lawan debat saya:



Dan ini seluruh transkrip debatnya:
H= Heri
A= dia

A    : Wkwkwkwkwkw yang kayak gini diumbar umbar. giliran agama situ yang bakar dan hancurin gereja gimana tuh? yang sampe bikin rusuh ke gereja. kalian bangun masjid dimana mana. berisik kalo adzan toa nya bareng bareng. Ini kita pun masih pemberitahuan doang. kalian tanpa pemberitahuan langsung asal hancurin aja. mikir please...

A    : mikir please siapa yang ga toleransi sekarang. Banyak gereja yang kasih spanduk kok kalo lagi lebaran, buat ngucapin selamat hari lebaran. kalian masjid masjid pernah ngga ngasih spanduk ucapan natal? hahh.. plis lah kita kurang toleransi apa. Padahal agama kalian ngajarin buat ngehormatin agama lain. Tapi kalian kayak gitu.

Sabtu, 11 Juli 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,


sumber: http://chuisme.blogspot.com/2012/04/tips-meminjam-barang.html

       Pinjam meminjam adalah hal yang wajar di dunia ini. Mulai dari pinjam alat tulis sampai “meminjamkan” rakyat. Yang pertama adalah khas anak sekolah, yang kedua adalah mengenai para ”penguasa dunia yang menguasai suplai uang” (siapa mereka? Bukan tempatnya di blog ini untuk membahas mereka). Pinjam meminjam telah sedemikian mengakar dalam kehidupan bermasyarakat, hingga dapat digunakan sebagai parameter hubungan di antara dua pihak. (Bahkan kata para Bankir, hutang adalah tanda kemajuan suatu bangsa—dan itu kata-kata yang pup banteng sekali)

Misalnya nih:

”Bro, bolpenmu lagi dipakai nggak?”
”Nggak, kenapa cuy?”
”Ehm, sori ya ngrepotin. Aku pinjem bentar boleh? Tiba-tiba bolpenku gak ada nih hehe.”
”Oh iya, santai aja kali. Nih, tapi 2 jam lagi aku kelas, udah bisa balik?”
”Oke, siap. Makasih yo!”

Nah, kalau diperhatikan mereka itu hanya sekedar teman :)

Minggu, 21 Juni 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,


                Saya bukanlah aktivis dakwah, setidaknya itu yang saya rasakan. Karena, kok sepertinya ada yang mendikotomikan antara seorang “aktivis” dan “pasivis” (atau pasiva? Seperti istilah dalam akuntansi?). Namun, meski begitu saya sering mendengar perkataan tentang dakwah ini, karena saya telah diberi nikmat untuk dapat bergaul dengan para aktivis dakwah. Dan hari ini saya akan membagikan beberapa ingatan saya mengenai dakwah itu sendiri.

Prolog
                Dakwah secara bahasa dapat diartikan sebagai seruan, ajakan, atau panggilan sebagaimana terdapat pada Surah Al-Fushilat (ayat 33-34). Sedangkan menurut para ahli, contohnya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (Mazhab Hanabilah);

Minggu, 15 Maret 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,
sumber: https://nafay.files.wordpress.com/2012/04/1306653387-jpg.png




                Dulu saya pernah mendengar cerita tentang telur, kopi, dan wortel. Tepatnya dari Bundel Soal Gamais (BSG), yang mana Anda sulit diakui sebagai anak ITB yang merasakan serunya TPB jika tidak mengetahui buku kumpulan soal tersebut. Setelah googling, saya pun mendapatkan kisahnya. Baik, ini saya salinkan:

“Seorang anak perempuan mengeluh pada sang ayah tentang kehidupannya yang sangat berat. Ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukan dan bermaksud untuk menyerah. Ia merasa capai untuk terus berjuang dan berjuang. Bila satu persoalan telah teratasi, maka persoalan yang lain muncul.

Lalu, ayahnya yang seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air kemudian menaruh ketiganya di atas api. Segera air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama dimasukkannya beberapa wortel Ke dalam panci kedua dimasukkannya beberapa butir telur. Dan, pada panci terakhir dimasukkannya biji- biji kopi. Lalu dibiarkannya ketiga panci itu beberapa saat tanpa berkata sepatah kata. Sang anak perempuan mengatupkan mulutnya dan menunggu dengan tidak sabar. Ia keheranan melihat apa yang dikerjakan ayahnya. Setelah sekitar dua puluh menit, ayahnya mematikan kompor. Diambilnya wortel-wortel dan diletakkannya dalam mangkok. Diambilnya pula telur-telur dan ditaruhnya di dalam mangkok. Kemudian dituangkannya juga kopi ke dalam cangkir. Segera sesudah itu ia berbalik kepada putrinya, dan bertanya:

Senin, 02 Maret 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,

 
Sepertinya iseng saja, namun akibatnya dapat sangat berbahaya.....

1. Saudara laki2nya bertanya saat kunjungan seminggu setelah ia melahirkan : " hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan ? " ... " tidak ada " jawabnya pendek ... saudara laki2 nya berkata lagi : " masa sih ... apa engkau tidak berharga disisinya ?? aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yang istimewa " .... siang itu ... ketika suaminya lelah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk dirumah ... keduanya lalu terlibat pertengkaran ... sebulan kemudian ... antara suami istri ini terjadi perceraian ... dari mana sumber masalah ??? kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki2 sang istri ....

Senin, 16 Februari 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,


Kejadian Suriah dan Yaman membuktikan bahwa kekuatan dakwah tauhid dan sunnah tidak akan efektif hingga dipayungi kekuatan.

Goresan sunnah penuh dengan perintah untuk mempersiapkan kekuatan dari memanah, berkuda, hingga idad fisik karena itu adalah fitrah perjuangan.

Itulah yang menjadikan sahabat setelah sempurna pengajaran sunnah kepada jiwa mereka, maka Allah mendidik mereka dengan memerintahkan jihad.

Sabtu, 31 Januari 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , , ,




               
Saat saya dapat kesempatan ‘jalan-jalan’ ke PT Timah di Bangka sana, saya mendapat satu pelajaran menarik. Pelajaran yang saya dapat dari salah satu karyawan yang menemani saya keliling Bucket Wheel Dredge untuk mempelajari alat pertambangan lepas pantai tersebut. Jadi, di sela-sela alat pencucian di perut kapal itulah beliau banyak bercerita, dan inilah cerita beliau.

Manfaat Visi

                Seringkali kita bingung ketika ditanya,”Hidupmu maunya seperti apa?” Mungkin akan ada jawaban begini,”Ah, gue mah mengalir aja. Seperti air, woleeeees…” Lalu beliau, Pak Gandhy, menceritakan tentang contoh yang paling mudah dipahami para jomblo seperti saya ini, kriteria istri.

Selasa, 20 Januari 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,


                Banyak hal di dunia yang semakin aneh akhir-akhir ini. Mungkin karena kiamat semakin dekat, mungkin juga karena efek dari hukum entropi selalu bertambah seiring dengan bertambahnya waktu. Namun, kalau saya pikir hal ini bisa saja karena orang-orang jaman sekarang terlalu banyak mengonsumsi MSG, dan bahkan mungkin orang-orang  aneh tersebut menjadikan MSG sebagai cemilan.

                Hmm, pasti pembaca bingung mengapa saya memulai tulisan kali ini dengan sebuah sarkasme. Saya memulai dengan sarkasme, karena ada orang-orang di luar sana yang memang menjadi target yang pas akan hal ini—saya pikir. Salah satunya, orang yang menggunakan logika aneh yang BELUM saya pahami. Seperti yang langsung menyalahkan harga tiket murah sebagai penyebab kecelakaan pesawat. Atau yang lebih ‘keren’, ini: http://m.kompasiana.com/post/read/595715/3/telanjang-memang-bagian-dari-adat-istiadat-indonesia.html    

Sabtu, 10 Januari 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,



1⃣ ADA YANG MENGATAKAN INSIDEN CHARLIE HEBDO INI REKAYASA INTEL PRANCIS
📢 Dulu saat serangan WTC 11 Sept pun berkembang teori konspirasi. Terlepas dari itu, seharusnya kita lega para penghujat Nabi SAW itu telah menerima ganjaran yang seharusnya mereka terima.

2⃣ BUKANKAH SI KARIKATUR ITU UNDANG-UNDANGNYA ADALAH UU PRANCIS, BUKAN AL-QUR’AN?
📢 Benar. Demikian pula sang eksekutor itu undang-undangnya adalah Al-Qur’an, bukan UU Prancis. UU Al-Quran yang menyuruhnya membela dan menaatai sabda Nabi SAW.

3⃣ APAKAH ADA SABDA NABI SAW YANG MENYURUH MEMBUNUH?
📢 Banyak. Salah satunya terhadap Ka’ab bin Asyraf, Yahudi Bani Nadhir yang suka menghina Nabi SAW. Di zaman Nabi SAW juga ada shahabat yang buta membunuh istrinya yang suka memaki Nabi SAW. Toh, Nabi SAW tidak mencela tindakan shahabat tersebut.

4⃣ BILA MEMBUNUH PENGHINA NABI ADALAH BAGIAN DARI SYARIAT, BUKANKAH ITU HARUS DILAKSANAKAN ATAS PERINTAH ULIL AMRI?
📢 OK, di zaman sekarang, siapa ulil amri kita? Jokowi? Atau kalau pelakunya orang Perancis dia harus minta izin Presiden Perancis, Francois Hollande?
Lalu, tolong tunjukkan mana saja syariat yang hanya boleh dilaksanakan atas izin Ulil Amri, dan mana yang tidak.
Kalau pun si eksekutor salah karena tak izin Ulil Amri, lebih besar mana kesalahannya dibandingkan kita yang hanya diam saja ketika Nabi dihina, tetapi langsung tancap mengkritik eksekutor yang bermaksud membela Nabi SAW?

5⃣ CHARLIE HEBDO HANYALAH MAJALAH SATIRE. MENGAPA HARUS MENYERANG MAJALAH DAN MEMBUNUH REDAKTURNYA?
📢 Amerika lebih berhak untuk menjawab; Mengapa harus menyerang dan membunuh Samir Khan, pimred majalah Inspire (majalah milik Al-Qaidah cabang Yaman)?
Lalu, apa yang membuat pembunuhan Pimred Charlie Hebdo adalah kejahatan, sedangkan pembunuhan Pimred Inspire bukanlah kejahatan?

6⃣ SEBAGAI BUKTI KEBESARAN ISLAM, SUDAH SELAYAKNYA KITA SELAKU UMAT ISLAM MEMINTA MAAF SEBAGAIMANA DILAKUKAN TOKOH-TOKOH MODERAT DI PRANCIS DAN AMERIKA
📢 Kenapa umat Islam selalu yang harus minta maaf? Pernahkan sipil Barat minta maaf saat tentara mereka membunuhi umat Islam (ALL OVER THE WORLD!!! ) dengan jumlah korban jauh berlipat daripada 12 orang?!
Jangan lupa pembantaian umat Islam oleh Prancis di Afrika Tengah beberapa bulan lalu, jangan lupa larangan hijabnya.

7⃣ M. ELVANDI, MAHASISWA INDONESIA DI MANCHESTER, INGGRIS MENGANGGAP INSIDEN INI BERTOLAK BELAKANG DENGAN SIFAT ISLAM SEBAGAI RAHMATAN LIL ALAMIN
📢 Mari kita dengan jujur membuka tafsiran “rahmatan lil alamin.” Mengapa Nabi Muhammad SAW selaku sosok “rahmatan lil alamin” memerintahkan hukum bunuh kepada Ka’ab bin Asyraf, Yahudi Bani Nadhir yang suka menghinanya? Mengapa beliau SAW tidak pernah menyalahkan seorang shahabat yang buta yang menikam mati istrinya dengan belati, gara-gara si istri selalu menghujat Nabi SAW?
Bila mas M. Elvandi belum menemukan kisah di atas, bukan berarti kisah tersebut tidak ada.

8⃣ TETAPI ELVANDI MENGKRITISI PENGGUNAAN DASAR KITAB KLASIK SEPERTI “ASH SHORIMUL MASLUL ALA SYATIMIR RASUL” SEBAGAI PIJAKAN MEMBUNUH PENGHINA RASUL. BELIAU BILANG TELAH SELESAI MEMBACA KITAB ITU DALAM BAHASA ASLINYA
📢 Iya, saya juga heran dengan ucapannya, “Saya sudah membacanya dalam bahasa aslinya ,maka saya (Elvandi) katakan anda salah kaprah jika menafsirkan buku itu untuk membenarkan tragedi ini.” Maksudnya kitab karya Ibnu Taimiyah itu tidak tidak pas untuk dijadikan dalil ? atau Elvandi mengingkari isi kitab tersebut ? Memangnya kenapa kalau sudah membaca kitab tersebut dalam bahasa aslinya?

9⃣ BUKANKAH KEKHAWATIRAN SEPERTI ELVANDI ITU WAJAR, BAHWA DAKWAH SELAMA INI BERKEMBANG DI EROPA AKAN DIPERSULIT DAN ISLAMOPHOBIA MAKIN MEMBESAR?
📢 Benar, kabarnya beberapa masjid mulai diserang. Bila dakwah dipersulit, bahkan sampai pada taraf harus kehilangan nyawa untuk melaksanakannya, bukankah itu sebuah amal yang mulia?
Jika kehidupan kaum Muslimin di Eropa sehabis ini terancam, bukankah pintu Hijrah terbuka lebar? Ingat, kewajiban hijrah adalah bagian tak terpisahkan dari syariat Islam.
Jika Islamophobia makin besar, maka menghadapinya bukanlah menjelaskan Islam hanya pada sisi yang diridhoi oleh mereka saja, sementara sisi lain disembunyikan. Menjelaskan Islam kepada siapapun, termasuk kalangan Islamophobia adalah dengan menjelaskan Islam apa adanya. Kalau tidak, kelak di Eropa akan muncul sebuah generasi yang hanya mengenal, memeluk dan meyakini Islam secara parsial. Islam yang aman-aman saja, tak ada nahi mungkar, tak ada jihad fi sabilillah. Inikah yang disebut maslahat?
Ingat, orang2 Amerika banyak tertarik belajar Islam pasca 11 September. Setelah insiden Lindth Cafe Sidney muncul solidaritas #i'llridewithyou.

1⃣0⃣ LALU APA MASLAHAT YANG BISA DIAMBIL DARI INSIDEN INI?
📢 Pertama, dunia menjadi tahu apa sih hukuman yang diputuskan Islam bagi penghina Nabi SAW.
Kedua, Pada akhirnya siapapun yang hendak meniru jejak Charlie Hebdo dalam menghujat Nabi SAW akan berpikir ulang. Akhirnya izzah Islam pun hadir kembali.

1⃣1⃣ SEKELOMPOK YANG MENGAKU AHLUSSUNNAH MENGECAM KEJADIAN INI.
📢  Kita katakan, bagaimana mereka yang mengaku Ahlussunnah itu lebih mengikuti perkataan Obama daripada perkataan Ibnu Taimiyah dalam Ash Shorimul Maslul ala Syatimir Rasul?
👳MADINA (Majlis Dakwah Islam Nusantara) 👳

Minggu, 02 November 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,
Mengapa umat Islam tidak bisa hidup di bawah Hukum Syariah di negeri kita sendiri?

Selalu, kita lelah mendengar argumen yang sama mengenai "umat Islam memiliki hak untuk hidup menurut Islam". Di negara-negara Muslim (bukan Islam), Muslim diberitahu bahwa kita tidak bisa menerapkan dan hidup dengan hukum Syariah, karena di sana ada (minoritas non-Muslim) dan kalangan Sekuler yang tidak ingin hidup di bawah hukum Syariah. Ketika dikatakan kepada mereka bahwa Syariah hanya untuk umat Islam, mereka akan menjawab "adalah tidak adil jika memiliki hukum yang berbeda dengan orang-orang, dan tidak setiap 'Muslim' inginkan Syariah."
 
Jika kalangan Sekuler ini hidup di abad ke-7 di Madinah, maka mereka mengatakan pada Nabi Muhammad (SAW​​): "Anda harus menghapus ketentuan dalam Konstitusi (sahifa) Madinah yang berbunyi, 'jika ada yang bersengketa, (maka hendaklah) merujuk kepada Allah dan Rasul-Nya' karena di Madinah juga terdapat minoritas Yahudi yang tidak mengakui Anda sebagai Rasul Allah, dan tidak mengakui Anda telah menerima wahyu." Mereka mungkin akan mendirikan gerakan Pemberontakan dan mengundang Abdallah ibn Ubay untuk memimpinnya.

Rabu, 01 Oktober 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,


Di dunia ini, seringkali hal yang ada terbagi dalam tiga kelompok besar. Jika bukan ektrim kanan atau kiri, maka akan ada hal yang di tengah. Mungkin inilah konsekuensi logis dari kurva yang sering disebut dengan distribusi normal. Mulai dari urusan rasa masakan hingga aqidah, ternyata begini adanya. Untuk masakan jika bukan enak banget, tentu ada lawannya di mana rasanya seperti ban dalam. Dan di tengahnya adalah rasa yang biasa saja, yang pas lah. Untuk aqidah, selain murjiah (pakai alif ya, bukan ‘ain) dan seteru abadinya khawarij, tentulah ada mereka yang di atas jalan yang lurus, di atas manhaj salaf, berada dalam timbangan wasath: Ahlu sunnah wal jama’ah.

Namun sebenarnya bukan dua hal di atas yang akan saya bahas di sini. Saya sedang ingin membicarakan—eh, menuliskan ding—sesuatu yang lebih berat dari sekedar dengan rasa seperti ban dalam namun lebih ringan daripada pembahasan mengenai aqidah. Yaitu sesuatu yang sering terjadi pada diri kita: Usaha, Doa, dan Takdir.

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,

 


 
 
"Kita hidup di atasnya, mati demi membelanya, dan  dibangkitkan pada hari kiamat dengannya."
-Syaikh Al-Fatih Abu Muhammad Al-Jaulani-