Sabtu, 23 Januari 2016

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,


            Beberapa hari belakangan ramai kembali mengenai LGBT. Entahlah, menurut hasil penerawangan saya hal tersebut disebutkan adanya poster dari suatu lembaga yang memfasilitasi curhatan kalangan LGBT. Dan bertambah ramai ketika mencatumkan (mencatut?) suatu  perguruan tinggi top di negeri ini.
            Hal tersebut menjadi semakin ramai ketika humas kemahasiswaan perguruan tinggi tersebut menolak keterkaitan dengan lembaga tersebut. Dalam bahasa mereka, mereka tidak dimintai izin dan tidak bertanggung jawab atas apa yang dilakukan lembaga tersebut. Bahkan dikatakan tidak berhak menggunakan logo perguruan tinggi tersebut. Terimakasih kepada aplikasi yang bernama “L*ne” yang telah membuat segala hal semakin mudah. Bahkan press release pun semakin mudah dan murah. Oh ya, bagi yang masih bingung sebenarnya saya sedang membahas apa, silahkan bertanya kepada makhluk halus bernama Go*gle.
Source: http://overpassesforamerica.com/?p=21833


            Well, seru sekali mendapati hal-hal di atas. Setidaknya, bisa menjadi bahan obrolan di kantin perusahaan. Apalagi teman kerja saya sekarang ada yang alumni dari sana, dan sangat tidak setuju akan hal itu. Saya? Cuma bisa tersenyum. Namun, kini saya akan menuliskan pandangan saya. Here we go...
            Banyak orang yang menganggap bahwa mereka menjijikkan, bodoh, dan bahkan sampai menganggap bukan manusia lagi. Di sini, saya tidak setuju.
            Hei, bukalah mata kalian boy! Mereka itu MANUSIA.
            Sekali lagi saya katakan, mereka itu MANUSIA.
            Namun, sebelum kalian mencecar dan memaki saya, izinkan saya menjelaskan pandangan saya.
Ya, Mereka Manusia, Tapi…
            Salah jika Anda menganggap LGBT bukan manusia. Kenapa? Silahkan cek, mereka itu mirip sekali dengan definisi sebagai manusia. Kakinya dua, tangannya dua, yang cowok punya ti2t, yang cewek punya te2k, sama kan?
            Justru akan berbahaya jika kalian berkata mereka bukan manusia, karena hal itu justru semakin menjadi pembelaan mereka untuk bersikap tidak sebagaimana manusia. “Kalian anggap kami bukan manusia, lalu kenapa kalian menuntut kami dengan aturan manusia?!”
Source: http://www.blogkaji.com/2015/07/bendera-pelangi-kaum-luth-di-amerika.html

            Salah satu hal yang membedakan manusia dengan makhluk 3 dimensi lainnya (hewan, batu, tanaman, pasir, kabel, logam, dll) adalah manusia memiliki 2 hal: Agama dan Akal.
Agama
            Mari kita tinjau, jika ada yang bisa menanyai agama apa yang dianut oleh sebatang rumput yang bergoyang, maka saya akan hapus postingan ini. Sekarang, mari bertanya,”Mengapa agama penting?”
            Ya, kenapa agama penting? Pertama, karena saya ingin membawa ke premis “Tidak ada agama yang mengizinkan LGBT, CMIIW.” Kedua, tidak semua LGBT itu agnostik atau atheis. Ketiga, ada yang membawa-bawa kata “fitrah” pada poster tersebut. Saya pikir, absurd sekali jika kata-kata “tinggi” semacam “fitrah” digunakan untuk melegitimasi sesuatu yang KEBANYAKAN orang anggap bukan sesuatu hal yang alami, yang fitrah, yang natural.
            Mengapa? (Yuk kita pakai ‘why-why analysis’)
            Jawaban terhebat saya masih sebatas bahwa malaikat seharusnya tidak pernah melakukan malapraktik. Masa iya malaikat salah menempatkan jiwa laki-laki di jiwa perempuan? Dan jawaban terhebat saya berikutnya, yang lebih hebat dari sebelumnya, bahwa Tuhan Tidak Setuju perbuatan itu. Karena kisah Lot/Luth alaihissalam. Saya garis bawahi, bagian ini bukan untuk mengomentari LGBT yang agnostik atau atheis.
Akal
            Nah, sekarang akal saya lagi ngulik analisa nih. Persoalan LGBT ini bukan urusan kemarin sore. Bahkan telah ada dari jaman dulu kala. Sejak jaman Lot/Luth tadi. Atau terserahlah, pokoknya kita sepakat saja lah ya bahwa urusan LGBT ini telah ada sejak dulu kala. Titik.
            Kemudian, jika hal ini telah ada sejak dulu kala, kita pasti akan dapati bahwa manusia juga telah dari dulu tidak menyetujui hal ini. Tapi saya juga tidak bisa menjawab sih ketika kalian bilang bahwa manusia jaman dulu itu bodoh-bodoh. Well, terserahlah.
            Namun, saya punya satu logika lagi. Kalian tahu definisi mutan? Kalau kata junior saya yang di SITH ITB, mutan itu artinya yang berubah. Dari kata mutasi, CMIIW. Bukan mutasi jabatan lho ini.
            Oleh karena itu, mutan sesungguhnya adalah hal yang tidak normal. Bukan fitrah jika dibandingkan populasi total. Tapi saya tidak bilang mutan selalu lebih buruk daripada populasi total lho ya. Kenapa? Karena saya nge-fans banget dengan Pak Wolverine hehehe.
Source: http://wallpapersboom.net/wp-content/uploads/2015/03/2207_wolverine.jpg

Dan kalau saya tidak salah lupa, kasus mutan ini pernah digunakan sebagai metode pembasmian hama. Caranya, dengan menjadikan jenis kelamin hama tersebut sama, lalu punahlah mereka. Nah, kalau demikian, apakah LGBT itu sebenarnya adalah teori konspirasi dari Aluminati untuk memunahkan manusia? Jeng jeng jeng jeeeeeeng….
Tapi, ternyata saya barusan mendapat info bahwa homoseksual hewan itu ada. Dengan catatan, tidak berhubungan dengan genetika/bawaan dan terbukti ada pada lumba-lumba dan kelompok primata. Oleh karenanya, bagi kalian yang tidak setuju jika moyang kalian adalah monyet, seharusnya juga mengakui bahwa hal itu bukan kelumrahan. Berikut infografis dari Diskusi Internal Nymphaea, saya dapat dari junior saya tersebut:
Courtesy of Nymphaea


Kesimpulan
1. LGBT juga manusia, karena jika bukan maka mereka tak bisa dituntut untuk mengikuti fitrah kemanusiaan.
2. Tidak ada gen homo, atau setidaknya sampai sekarang belum ditemukan. Jadi, sampai terbukti ada gen homo, berhentilah menyalahkan malaikat yang malapraktik dalam menaruh ruh.
3. Kalaupun ada mutasi pada gen (katakanlah kromosom no. 23), ya itu namanya bukan fitrah. Jadi, kurang-kurangilah pakai kata “fitrah”-nya.
4. Bagi yang atheis dan tak percaya adanya malaikat, yaweslah. Bahas lain kali saja.
  


0 komentar:

Posting Komentar