Minggu, 18 Desember 2016

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,


            Dalam setiap persahabatan, akan ada hal-hal menarik karena merupakan pengalaman yang pertama. Dan salah satu hal yang paling menarik pada persahabatan di antara para pria adalah ketika salah satu dari mereka ada yang memiliki keberanian untuk “merelakan kebebasannya” demi menggapai sesuatu yang hebat; menikah…

            Well, di sini saya akan mengabadikan momen tersebut. Momen ketika salah satu dari “Seven Dwarfs” Djawa alias Ojo Dumeh  melenggang ke keputusan besar tersebut.

Tegangnya sudah mulai

Berita Itu

            Pernah ada kisruh sebenarnya di internal Ojo Dumeh. Yaitu ketika salah satu anggota, dengan alasan yang tidak kami mengerti keluar dari grup LINE secara tiba-tiba. Kami berusaha mencari tahu, namun sepertinya dia butuh ketenangan. Lalu di antara kami sendiri pun berusaha mengerti, bahkan ada yang menyeletuk,”Mungkin ketahuan calonnya kali ya kalo grup ini isinya hal-hal yang cukup aneh buat para wanita hehehehe.”

            Lalu ada pula yang berpendapat,”Yaudahlah, paling tahu-tahu nanti menyebar undangan gaes.” Dan kampretnya, hal tersebut benar -_-

            Manusia bernama Anu (Arif Nugroho) itu tiba-tiba masuk ke grup kembali setelah sekian lama invited by manusia yang bernama Ucup (Moch. Yusuf Bachtiar). Dan seperti dugaan salah satu manusia sebagaimana tersebut di atas, dia pun memberikan berita bahwa akan menggenapkan separuh agamanya pada tanggal 12 Desember 2016 (saat itu pertengahan Oktober). WTF!!!!

            “Jangan bilang-bilang dulu sama yang lain yaaaa!” kata Si Anu.

Tanggal Yang (Tidak) Tepat

            Buat saya pribadi tanggal tersebut sebenarnya sangat tidak tepat, karena saya telah memesan tiket untuk kembali dari Semarang dengan kereta pada tanggal 12 Desember yang telah saya beli sejak pertengahan September. Namun ternyata acara akad nikahnya sendiri tanggal 11 Desember, maka kami memutuskan untuk datang saja di tanggal akadnya. Karena bagi orang yang bekerja, kalau bisa cuti itu tidak berkurang hehehe :D
           
            Maka diputuskan bahwa akan ada 4 anggota Ojo Dumeh yang datang pada Hari Minggu, 11 Desember 2016, dan 1 orang lagi akan datang pada tanggal 12 Desember. 1 anggota lagi yang masih di antah berantah Maluku sana, cukuplah titip salam (tempel) hehehe. Oh ya, kenapa mengasikkan buat saya? Karena dari kantor saya mendapatkan 1 day off disebabkan saya masuk kerja waktu lebaran di H-1 masuk kerja yang normal. Biasalah, anak engineering diminta memanasi mesin produksi hehehe. Jadi, saya bisa berangkat dari Cikarang pada Tanggal 8 Desember malam.

Assembly Point

            Disepakati bahwa rumah saya akan menjadi basecamp bagi 3 Manusia Ojo Dumeh lainnya. Yang sampai pertama adalah manusia bernama Madun (Ahmad Romadun). Sang Pangeran Kebumen yang kini dekat dengan seorang calon dokter gigi di Depok sana, di Universitas Indonesia. Dan jika listrik Indonesia ada masalah, Anda bisa bertanya kepada Sang Corporate Development Analyst di PT PJB. Kalau ada proyek yang mangkrak, artinya akan ada wilayah di Indonesia yang tertunda menjadi maju (modiar koe Dun :v).
 
Sang Pangeran Kebumen
            Kemudian menyusul pada Sabtu malamnya 2 manusia lagi, Faiz (Faiz Febrianto) dan Si Ucup. Si Faiz ini sekarang bekerja sebagai Design Engineer di Suzuki, sedangkan Ucup bekerja sebagai Improvement Engineer (Automation) di PT Epson Indonesia. Kalau saya sendiri? Hehehe, search saja nama saya di Linkedin.com :)

            Saya dengan Madun akhirnya menjemput mereka di Stasiun Tawang, sembari saya mengajak adek saya yang bongsornya minta ampun. Dalam perjalanan, kami menyempatkan ke Kota Lama dan makan-makan di Taman KB.
 
Gereja Blendung, Semarang

Idem

Faiz, Sang Pangeran Pati

Pangeran Kebumen

Pangeran Mojokerto
Penulis

Ganteng Yah hehehe

Simpang Lima, Semarang
Kuliner Semarang

Sukoharjo, Kami Datang!

            Keesokan harinya, kami pun antri untuk boker dan mandi. Maklum, kamar mandi hanya satu. Eh saya lupa cerita sedikit, rumah saya kena gusuran jalan tol Semarang-Batang, sediiiih :(

Tetangga Samping Rumah

Hanya Rumah Saya Yang Masih Utuh

Tetangga Depan Rumah


            Kami berangkat sekitar jam enam pagi, dan selama perjalanan kami pun mulai bercerita banyak. Mulai dari kesibukan masing-masing, urusan romansa, hingga urusan lainnya. 
Foto dulu sebelum berangkat

 
Di Tol Ungaran

Mulai masuk jalan pedesaan

Muka-muka mupeng

Muka-muka mupeng 2

Barakalallah, Selamat Yellboys secara Sah!


Memang benar kata bijak itu,”Sahabat adalah seseorang yang tidak marah ketika kau panggil dirinya dengan nama hewan…”

Pendapat Pribadi

            Datang ke acara akad Si Anu bukanlah pengalaman pertama saya dalam mendengarkan akad nikah. Tapi entah mengapa, ada yang berbeda. Ada semacam perasaan,”Sahabatku kini tak sama lagi.” Tapi yang terbesar adalah ketika saya mendengarkan ceramah nikahnya. Kira-kira begini,

            “Pernikahan bukanlah sekedar urusan dua orang. Ini adalah persoalan besar. Dengan pernikahan ini, Mas Arif akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan atas Mbak Hasna dari ayahnya. Mas Arif akan bertanggung jawab dunia akhirat, atas nafkah lahir dan batinnya.”

            Saya lalu berpikir,”Pernikahan bukan sekedar urusan cinta-cintaan gaes!”






Tahun depan Dun? Siap! 2017 yes!



























1 komentar: