Sabtu, 11 Juli 2015

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,


sumber: http://chuisme.blogspot.com/2012/04/tips-meminjam-barang.html

       Pinjam meminjam adalah hal yang wajar di dunia ini. Mulai dari pinjam alat tulis sampai “meminjamkan” rakyat. Yang pertama adalah khas anak sekolah, yang kedua adalah mengenai para ”penguasa dunia yang menguasai suplai uang” (siapa mereka? Bukan tempatnya di blog ini untuk membahas mereka). Pinjam meminjam telah sedemikian mengakar dalam kehidupan bermasyarakat, hingga dapat digunakan sebagai parameter hubungan di antara dua pihak. (Bahkan kata para Bankir, hutang adalah tanda kemajuan suatu bangsa—dan itu kata-kata yang pup banteng sekali)

Misalnya nih:

”Bro, bolpenmu lagi dipakai nggak?”
”Nggak, kenapa cuy?”
”Ehm, sori ya ngrepotin. Aku pinjem bentar boleh? Tiba-tiba bolpenku gak ada nih hehe.”
”Oh iya, santai aja kali. Nih, tapi 2 jam lagi aku kelas, udah bisa balik?”
”Oke, siap. Makasih yo!”

Nah, kalau diperhatikan mereka itu hanya sekedar teman :)


*krusek-krusek lihat-lihat tempat pensil orang
”Eh Cuk, gue mau ujian nih. Gue pinjem dulu ye!”
*belum sempet dijawab, udah kabur.
Bentuk yang kayak gini ini biasanya udah bisa dibilang sahabat :p

”Cuk, thanks yo bolpennya. Nih, gue balikin. Doain ujian gue dapat 50 lah ya minimal hehehe...”
”Woooo, lha A*U! Pantesan  kagak ada bolpen gue tadi. Kampret, ternyata lu pake. Iye dah, nilai lu dapat 49!” (Ini yang menjadi penyebab adanya percakapan pertama di atas)
”Ah elaaah, PMS lu?”
Kalau yang ini, tak perlu ditanyakan lagi persahabatannya :v

       Sekarang, saya akan membagikan tips agar urusan meminjam kalian jadi keren—atau lebih tepatnya supaya tidak terlalu memalukan—ketika kalian ingin jadi peminjam professional. Check it out guys!

1.      Pinjamlah dari orang yang berbeda

Pernah punya teman yang suka pinjem mulu? Ini pinjam ke kita, itu pinjam ke kita. Rasanya ini orang tidak memiliki apa-apa, bahkan sekedar harga diri untuk berhenti meminjam (peace! Hehe). Nah, itu pula yang dirasakan oleh orang yang sering Anda pinjami barang-barang. Ingat selalu ini,”Manusia selalu mengingat kebaikan yang dia lakukan. Dan ketika dia merasa terlalu sering melakukan kebaikan, maka ia akan merasa termanfaatkan.” Camkan itu!

Triknya adalah Anda jangan sering-sering meminjam—ke orang yang sama. Misal nih, jika Anda ingin pinjam motor atau helm, usahakan pinjem ke satu orang yang sama dalam jangka waktu minimal 1,5 bulan. Atau silahkan gunakan olah rasanya, bagaimana interval yang baik. Dan untuk bisa melakukan hal ini, Anda harus melakukan dulu atau setidaknya berusaha melakukan poin no. 7 di bawah.

2.      Tahu situasi

Ini salah satu hal yang krusial. Paling menyebalkan bagi saya, adalah ketika jam tidur siang ada yang mengetuk pintu kamar kosan untuk meminjam sesuatu. Mending kalau membawakan choco cheese cake, lha ini mau minjem barang. Cih! Kalau sudah begitu, besok-besok malah jadi sebel sama ini orang.

Oleh karenanya, pengetahuan akan waktu yang tepat untuk meminjam ini sangat penting. Setiap orang unik, ada yang lebih suka kita datang abis tengah malam, ada yang waktu cerianya adalah sebelum shubuh. Selain itu pastikan dia sedang dalam suasana hati yang ceria. Jangan sedang ribut dengan ceweknya, Anda malah ngribetin dengan keinginan Anda pinjem duit untuk jalan-jalan dengan cewek Anda. Cari mati itu namanya!

3.      Pakai bahasa yang oke

Yang ini sudah tidak asing lagi tentunya, gunakanlah bahasa yang oke. Maksudnya, gunakanlah bahasa yang sesuai dengan siapa Anda meminjam dan urgensi pinjaman Anda.

Sahabat Anda akan lebih suka jika Anda meminjam dengan nada sedikit acuh daripada sok mesra. Karena jika begitu, saya bisa curiga Anda maho dan siap-siap saya bully di tempat :v

Tapi kalau sama teman lain yang belum akrab, ya jangan nyolot juga yaaaaa…

4.      Jangan kemukakan alasan di depan, atau kemukakan secukupnya saja

“Cuy, aku pinjem duit dulu ya. Gak banyak kok, sejuta aja. Ini nih, transferan dari ortuku belum dikirim-kirim. Biasanya tanggal segini udah ada 5 jutaan, huft…”

Tahu tidak, sungguh menyebalkan jika ada yang mau pinjam uang, atau apapun itu, disertai alasan kenapa dia tidak punya. Baik itu dengan cara menyombongkan diri seperti contoh di atas atau dengan mengibakan diri. Meski tak ada niat untuk demikian, setidaknya kita harus meminimalisir kesalah pahaman.

Kenapa tidak boleh? Pertama, saya belum tentu mau tahu masalah Anda. Saya sudah punya masalah sendiri, dan menyebalkan mendengar orang curcol; curhat colongan. Gak penting! Kedua, itu membuang-buang waktu saya untuk mendengarkan masalah Anda. Tapi bukan berarti Anda tak boleh bilang alasannya. Jika Anda pikir cukup bijak untuk sedikit kasih teaser alasan Anda, silahkan saja. Atau kalau yang meminjami bertanya, ya jawablah dengan cara yang sopan, singkat, dan jelas. Intinya sih mainkan olah rasanya, alasan itu menyebalkan atau justru menguatkan yang meminjami untuk meminjami Anda (blibet bahasanya -_-)

5.      Kembalikan tepat waktu

Yang ini juga pasti sudah Anda pahami. Kembalikanlah tepat waktu, apalagi jika Anda sudah berjanji sebelumnya. Karena salah satu hal menyebalkan dalam hidup ini ketika barang yang kita butuhkan tak ada gara-gara dipinjam orang—PADAHAL SEHARUSNYA SUDAH DIKEMBALIKAN!

Dan jika Anda tidak mengembalikan tepat waktu, siap-siap untuk sulit meminjam lain kali.

6.      Kembalikan utuh, kalau perlu tambahi

Ya, inilah adabnya. Dan Anda bisa menarik hati orang yang meminjami dengan hal ini. Selain itu Anda kelihatan elegan. Anda tidak kelihatan miskin saat meminjam, sebaliknya Anda hanya terlihat  tidak memiliki harta Anda di waktu yang tepat. Mudah teraplikasikan saat meminjam uang. Misalkan Anda punya utang 85 ribu rupiah. Saat mengembalikan dengan uang 100 ribu rupiah, bilang dengan sopan (dan elegan),”Ah, udah, ga usah. Ambil aja. Ucapan terimakasih gue tuh. Kalo gak lu bayarin, bisa malu 7 turunan sama cewek gue waktu itu. Thanks ya bro!” *sambil tepuk bahu.

Atau jika berbentuk barang semacam sepeda motor, kembalikan dengan utuh dan bersih. Isi full tangki bensinnya kalau perlu. (Sumpah, orang yang pinjam motor lalu mengembalikan dengan tangki kosong atau kurang itu emang sesuASU!—APALAGI KALAU BUKAN SAHABAT SENDIRI)

Sekaligus lain kali bisa lah traktir dia es buah sambil bilang,”Lu mah baik, SELALU pinjemin gue motor.” #padahal baru meminjami 2 kali :)

7.      Perbanyak silaturrahim

Inilah poin yang saya janjikan tadi. Anda tak bisa meminjam ke banyak orang, kalau teman Anda sedikit. Sesimpel itu :)

8.      Investasi kebaikan

Dan Anda akan sulit mendapatkan teman, kalau Anda bisanya hanya menuntut dan meminta. Anda perlu investasi kebaikan. Tak hanya pada mereka, tapi pada semua orang yang layak mendapat kebaikan. Karena Tuhan tidak tidur :)
#LGBT bahkan layak mendapat bantuan Anda. Bantuan untuk sembuh ya tapi. Kalau bantuan buat legalisasi “pernikahan” mereka, Anda bukan teman saya :)

9.      Dekat dengan Tuhan

Prinsipnya, tangan di atas itu lebih baik daripada tangan di bawah. Bahkan, kalau bisa jangan sampai berhutang atau meminjam. Maka, caranya adalah berdoa. Berikut doanya :)

”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” (HR Abu Dawud 4/353)


NB2: Di atas ada beberapa cerita yang kelihatan bercerita tentang dinamika orang pacaran. Wallahi, saya tidak sedang mendukung hal itu. Semata untuk memberi contoh yang asyik dan pas saja. Pacaran itu, dan segala turunannya, haram.

2 komentar:

  1. melihat poin nomer 4 bro. emang sih terkadang orang nggak mau tahu urusan atau masalah yang mengakibatkan kamu mau maunya meminjam ke dia. tapi terkadang alasan itu bisa menguatkan hehe. jadi bukannya jangan tapi kemukakan alasan secukupnya aja hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hoho, iyo bro. Tak perbaiki deh :D

      Hapus