Sabtu, 15 Maret 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,



Cewek lebih suka dikasih bunga yang kayak apa ya? :v
sumber: http://3.bp.blogspot.com/-1B-Ek9t9qYk/Ua2IENIx2mI/AAAAAAAAABs/zL-Xq4qfFyU/s1600/13409794791476625410.jpg




Jeruk     : Bro, kenapa sih ada riba/bunga/interest?

Apel       : Ya karena ada inflasi. Sehingga untuk menarik orang agar mau menabung ya perlu interest.  Sebab kalau kamu menyimpan uangmu sedang nilai uang terus turun gara-gara inflasi ya kamu merasa rugi dong. Mana mau kamu nyimpen duitmu. Dan mana mau pula orang(baca: bank) minjemin duit ke kamu buat beli motor itu.

Jeruk     : Oh gitu ya. Terus kenapa ada inflasi?

Apel       : Ya kamu pikir sekarang. Dengan adanya riba, tentunya—minimal secara angka—uang yang beredar makin banyak dong. Bayangkan, dengan bunga 10% berarti ada penambahan uang segitu juga. Wajar kan kalau inflasi itu sekitar 6% sebab tak semua orang nabung atau minjem di bank?

Jeruk     : Wah, kalau gitu apa menyebabkan apa?

Apel       : Aku juga bingung. Tapi yang aku tahu pasti, semua ini membuat orang menyukai kekayaan semu.

Jeruk     : Maksudnya?

Apel       : Kamu lebih bangga foto sama beras satu ton di gudang apa lagi tiduran sama duit yang senilai beras itu?

Jeruk     : Ehm, sama duit sih.

Apel       : Padahal nih misal ada perang, terus itu duit jadi gak laku. Siapa yang sekarang kaya?

Jeruk     : Eh, iya ya.

Apel       : Ya itulah, sekarang aku yang tanya. Apa yang membedakan uang seratus ribu sama sepuluh ribu?

Jeruk     : Ya nilainya dong bro. Masak kamu gak tahu?

Apel       :  Emang nilainya ditentukan oleh apa?

Jeruk     : Angkanya laaaaah.

Apel       : Tapi menurut kamu biaya produksinya beda jauh gak?

Jeruk     : Eh, menurutku enggak sih. Wah, anak kelelawar. Jadi selama ini gue dikibulin ya?!

Apel       : Ask yourself bro :)



                Percakapan di atas hanyalah fiksi dalam pikiran saya. Namun percayalah, ini merupakan hasil riset saya dengan tanya mereka yang memang memiliki ketertarikan dan kompetensi di bidang ini. Tentu saja subjektivitas saya sangat bermain di sini.

                Salah satu sumbernya adalah blog ini dan saya kira tulisan berikut bisa memberikan gambaran. Meski hanya blog, tanyalah secara jujur diri anda. Tidakkah itu yang anda rasakan—atau bahkan pikirkan?



"Jika kalian sudah jual beli dengan ‘inah(riba), memegang ekor sapi, rela dengan pertanian, dan meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kehinaan dan Alllah tidak akan melepaskan kehinaan tersebut sampai kalian kembali kepada agama kalian"
(HR Abu Daud dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam shahih Abu Daud No.3956)

1 komentar: