Dalam hiruk pikuk perjalanan,
tak ada yang lebih membantu dibanding seorang kawan. Setidaknya untuk tidur
bergantian, agar selalu terjaga barang bawaan. Ah, entahlah apa yang sebenarnya
kini kutuliskan. Mungkin sekedar sebuah catatan, dalam perjalanan menuju
perantauan. Dari tanah yang sudah sejak lama kuinginkan, merekam jejak kaki
yang kutorehkan. Dari sebuah provinsi
yang juga kerajaan. Karena meski Semarang dan Yogyakarta tidaklah berjauhan,
namun...
Sabtu, 31 Mei 2014
Jeruk adalah mahasiswa baru di
suatu perguruan tinggi yang dianggap cukup bagus di Bandung: ITB. Sejak dahulu
dia hanya bisa bermimpi untuk bisa berjalan tanpa arah sepanjang Indonesia
Tenggelam dengan maksud cuci mata
melihat para mahasiswi fakultas sekitar sambil menikmati indahnya Gunung
Tangkuban Parahu. Melepas penat di selasar Masjid Salman sambil
terkantuk-kantuk. Atau sekedar mengagumi kata-kata dosen di kelas yang unik dan
artistic. Semua...
.jpg)
Alkisah
di sebuah kampung antah berantah, air sangat sulit ditemukan. Kampung sulit air
itu kebanyakan penduduknya orng baik, tetapi dikuasai oleh para pemabuk yang
suka minum khamr. Mereka mendatangkan berpeti-peti khamr dari negeri yang jauh
untuk memenuhi rasa haus sekaligus hobi mabuknya.
Orang-orang baik berusaha tetap
minum air. Mereka menggali...
Senin, 26 Mei 2014
Alhamdulillah,
hari ini sudah di rumah. Namun bukan ini yang ingin saya bagi melainkan hasil
obrolan saya dua hari yang lalu, Sabtu 24 Mei 2014.
Saat
itu merupakan hari di mana otak saya terasa menurun performanya. Logika terasa
berkabut dengan hal-hal yang selama ini saya anggap terlalu sentimentil. Kalau sudah
begini biasanya hal yang dilakukan adalah curhat...
Sabtu, 10 Mei 2014
Posted by Heri I. Wibowo | File under : Aku Dan Perisai Diri, Humor, knowledge, Story, Today's Quote
Hari ini saya mengingat lagi
sesuatu yang luar biasa, yang dulu sempat ingin saya tulis namun tidak
terlaksana karena rasa malas menjadi musuh yang utama. Sebuah pelajaran yang
universal, yang saya dapat dari salah satu pelatih saya: Kang Sunan Respati Dananjaya.
Untuk pecandu—perhatikan tidak saya gunakan kata pecinta karena saking cintanya
hehe, maaf...
Kamis, 08 Mei 2014
Umar bin Khattab sedang duduk di bawah sebatang pohon kurma.
Sorbannya dilepas, menampakkan kepala yang rambutnya mulai tipis di beberapa
bagian. Di atas kerikil, ia duduk dengan cemeti imaratnya tergeletak di samping
tumpuan lengan. Di hadapannya, para pemuka sahabat bertukar pikiran dan
membahas berbagai persoalan. Ada anak muda yang tampak menonjol di situ.
Abdullah ibn Abbas. Berulang-ulang Umar memintanya berbicara. Jika perbedaan
wujud, Umar hampir selalu bersetuju dengan Ibnu Abbas. Ada juga Salman Al
Farisi yang tekun menyimak. Ada...
Langganan:
Postingan (Atom)