Sabtu, 31 Mei 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : ,
                Dalam hiruk pikuk perjalanan, tak ada yang lebih membantu dibanding seorang kawan. Setidaknya untuk tidur bergantian, agar selalu terjaga barang bawaan. Ah, entahlah apa yang sebenarnya kini kutuliskan. Mungkin sekedar sebuah catatan, dalam perjalanan menuju perantauan. Dari tanah yang sudah sejak lama kuinginkan, merekam jejak kaki yang kutorehkan.  Dari sebuah provinsi yang juga kerajaan. Karena meski Semarang dan Yogyakarta tidaklah berjauhan, namun...
Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,
                Jeruk adalah mahasiswa baru di suatu perguruan tinggi yang dianggap cukup bagus di Bandung: ITB. Sejak dahulu dia hanya bisa bermimpi untuk bisa berjalan tanpa arah sepanjang Indonesia Tenggelam  dengan maksud cuci mata melihat para mahasiswi fakultas sekitar sambil menikmati indahnya Gunung Tangkuban Parahu. Melepas penat di selasar Masjid Salman sambil terkantuk-kantuk. Atau sekedar mengagumi kata-kata dosen di kelas yang unik dan artistic. Semua...
Posted by Heri I. Wibowo | File under : , ,
Alkisah di sebuah kampung antah berantah, air sangat sulit ditemukan. Kampung sulit air itu kebanyakan penduduknya orng baik, tetapi dikuasai oleh para pemabuk yang suka minum khamr. Mereka mendatangkan berpeti-peti khamr dari negeri yang jauh untuk memenuhi rasa haus sekaligus hobi mabuknya.                 Orang-orang baik berusaha tetap minum air. Mereka menggali...

Senin, 26 Mei 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,
                Alhamdulillah, hari ini sudah di rumah. Namun bukan ini yang ingin saya bagi melainkan hasil obrolan saya dua hari yang lalu, Sabtu 24 Mei 2014.                 Saat itu merupakan hari di mana otak saya terasa menurun performanya. Logika terasa berkabut dengan hal-hal yang selama ini saya anggap terlalu sentimentil. Kalau sudah begini biasanya hal yang dilakukan adalah curhat...

Sabtu, 10 Mei 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , , ,
                Hari ini saya mengingat lagi sesuatu yang luar biasa, yang dulu sempat ingin saya tulis namun tidak terlaksana karena rasa malas menjadi musuh yang utama. Sebuah pelajaran yang universal, yang saya dapat dari salah satu pelatih saya: Kang Sunan Respati Dananjaya. Untuk pecandu—perhatikan tidak saya gunakan kata pecinta karena saking cintanya hehe, maaf...

Kamis, 08 Mei 2014

Posted by Heri I. Wibowo | File under : , , ,
Umar bin Khattab sedang duduk di bawah sebatang pohon kurma. Sorbannya dilepas, menampakkan kepala yang rambutnya mulai tipis di beberapa bagian. Di atas kerikil, ia duduk dengan cemeti imaratnya tergeletak di samping tumpuan lengan. Di hadapannya, para pemuka sahabat bertukar pikiran dan membahas berbagai persoalan. Ada anak muda yang tampak menonjol di situ. Abdullah ibn Abbas. Berulang-ulang Umar memintanya berbicara. Jika perbedaan wujud, Umar hampir selalu bersetuju dengan Ibnu Abbas. Ada juga Salman Al Farisi yang tekun menyimak. Ada...