Rabu, 23 Januari 2013

Posted by Heri I. Wibowo | File under :
                  Sebagai salah satu anggota Himpunan Mahasiswa Mesin yang sedang magang di bagian Pengembangan dan Pelatihan Keprofesian, ane dapat tugas untuk membuat sebuah artikel yang ada hubungannya dengan Mechanical Engineering dan tentunya sedang hot-hotnya. Nih, mau sharing aja hehe:           


          Tahun ini hingga tahun 2014 adalah tahun-tahun ketika TNI bisa dibilang panen raya alutsista(alat utama sistem persenjataan). Setidaknya inilah yang dikatakan Jagarin Pane, pemerhati isu pertahanan dalam negeri.

                Hal itu terlihat dari pengadaan yang sangat besar(menurut suatu sumber mencapai 100 trilyun rupiah) untuk ketiga matra angkatan bersenjata. Untuk TNI AU kebagian 24 F16 blok 52, 6 Sukhoi, 16 Super Tucano dan 16 T50. Angkatan laut kebagian rudal anti kapal Yakhont buatan Rusia berjarak tembak 300 km, rudal C802 dan C705 buatan Cina. Yang paling membanggakan dan lengkap tentu kedatangan 50 tank medium Marder dan 103 tank tempur utama (main battle tank) Leopard 2 yaitu 61 varian Leopard Revolution dan 42 Leopard 2A4 buatan Jerman. Dengan pembelian ini, maka Indonesia menjadi negara Asia kedua yang mengoperasikan tank yang sekelas dengan M1A1 Abrams buatan AS dan Challenger dari Inggris itu. Negara Asia lain yang mengoperasikannya adalah Singapura.


                Dan sekarang akan dibicarakan tentang sejarah dan spesifikasi  (calon) tank andalan TNI AD tersebut. Leopard 2 adalah tank tempur utama (main battle tank, MBT) Jerman yang dikembangkan oleh Krauss-Maffei pada awal 1970-an dan mulai digunakan pada 1979. Leopard 2 menggantikan Leopard 1 sebagai tank tempur utama Angkatan Darat Jerman. Beragam versi telah digunakan oleh Angkatan Darat Jerman dan di 12 negara Eropa lainnya, beberapa dari luar Eropa. Lebih dari 3,480 Leopard 2 telah diproduksi. Leopard 2 pertama kali digunakan Angkatan Darat Jerman pada Perang Kosovo serta pasukan Kanada dan Denmark yang tergabung dalam ISAF di medan tempur Afghanistan.


Ada dua pengembangan utama pada tank ini, dari model pertama hingga Leopard 2A4 yang memiliki kubah tembak vertikal berlapis baja dan model yang lebih maju Leopard 2A5 serta versi yang lebih baru lagi, yang memiliki kubah tembak menyudut seperti anak panah dengan appliqué armour serta beberapa pengembangan lainnya. Seluruh model dilengkapi dengan sistem pengontrol penembakan digital dan rangefinder Laser, meriam utama 120 mm dengan kestabilan tinggi, senapan mesin koaksial, serta perlengkapan untuk melihat dan membidik dalam kegelapan night vision yang lebih maju (Leopard adalah kendaraan tempur pertama yang menggunakan alat pembidik low-light level TV system atau LLLTV; sementara thermal imaging baru diperkenalkan setelah itu). Tank ini memiliki kemampuan untuk bertempur menghadapi sasaran bergerak walaupun melewati medan yang sangat sulit dan tidak rata. Varian yang aktif antara lain 2A4, 2A5, 2A6, dan 2A7 (paling baru). Banyak Leopard 2 yang diupgrade untuk memperpanjang masa tugasnya dan memperkuat persenjataanya, umumnya ke varian 2A5 dan 2A6.

Data teknisnya adalah  




















Berat
62,3 ton
Panjang
997 m (39,300 in) (total)
Lebar
375 m (14,800 in)
Tinggi
30 m (1,200 in)
Awak
4

Komposit Generasi Ke-3; termasuk baja yang diperkeras, tungsten dan plastic filler dengan komponen keramik.
Senjata
utama
1 x 120 mm Rheinmetall L55 smoothbore gun. 42 rounds
Senjata
pelengkap
2 x 7.62 mm MG3A1 4,750 rounds
Jenis Mesin
MTU MB 873 Ka-501 liquid-cooled V-12 Twin-turbo mesin diesel
1.500 PS (1,479 hp, 1,103 kW) pada 2600 rpm
Daya kuda/ton
(1.500 tenaga kuda)


Transmisi
Renk HSWL 354
Suspensi
Kapasitas tangki
1.200 liter
Daya jelajah
550 km (340 mil) (bahan bakar internal)
Kecepatan
72 km/j (45 mph)



Diharapkan, dengan kedatangan MBT ini militer Indonesia tidak ragu lagi untuk beradu tank di Kalimantan dengan negara tetangga yang sering meremehkan itu hanya karena tank indonesia adalah tank kelas ringan.

Sumber:

0 komentar:

Poskan Komentar